merdekanews.co
Selasa, 30 Juli 2019 - 19:56 WIB

Kode Keras Menhan: Presiden Tolak Perpanjang Izin FPI 

Atha - merdekanews.co
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu

Yogyakarta, MERDEKANEWS- Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi yang tidak akan berkompromi dengan perpanjangan izin Front Pembela Islam jika dinilai membahayakan negara merupakan keputusan presiden.

"Begini ya, itu kan keputusan Presiden, apapun keputusan Presiden kita harus loyal," kata Menhan menanggapi pertanyaan wartawan terkait belum ada perpanjangan izin FPI yang ditemui usai ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Selasa.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini berpendapat bahwa Presiden mempunyai berbagai pertimbangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan terkait perizinan organisasi masyarakat (ormas) Islam pimpinan Habib Rizieq tersebut.

"Tentunya Presiden dengan pertimbangan-pertimbangan. Mudah-mudahan baiklah keputusannya, untuk kedua belah pihak maksudnya. Begitu ya," katanya dikutip Antara.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyatakan kemungkinan pemerintah untuk tidak memperpanjang izin Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi kemasyarakatan apabila ormas tersebut dinilai tidak sejalan dengan ideologi negara.
  (Atha)






  • Ingat... Ini Pesan Habib Rizieq di Pilpres 2019 Ingat... Ini Pesan Habib Rizieq di Pilpres 2019 Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab berpesan kepada anggotanya. Dia meminta seluruh anggota FPI tidak bersikap apapun sebelum keluar hasil keputusan Ijtimak Ulama II.


  • Menhan Janji Ganti Tank Rongsok Korps Marinir Menhan Janji Ganti Tank Rongsok Korps Marinir Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninjau alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut di Mako Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).


  • PBB Pede Raup Suara dari Caleg Kader HTI dan FPI  PBB Pede Raup Suara dari Caleg Kader HTI dan FPI  Partai politik Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bengkulu mulai melakukan perekrutan calon legislator pascaditetapkan menjadi salah satu parpol peserta Pemilu 2019, termasuk dari kalangan kader HTI dan FPI.