merdekanews.co
Minggu, 24 Januari 2021 - 15:12 WIB

Oleh: Akhmad Sujadi

Mitra Bebek Telor Asin, Solusi Mengatasi Gepeng Ibu Kota

### - merdekanews.co
Akhmad Sujadi Pemerhati Transportasi dan Masalah Sosial

Pangon bebek di sawah selepas panen tak pernah dilirik orang.

Setelah didekati pangon bebek atau itik di sawah-sawah pasca panen padi menyimpan potensi besar untuk menjadi solusi mengatasi atau mengentaskan gelandangan, pengemis, pengamen dan pemulung yang sering disebut Gepeng di kota-kota besar seperti Jakarta.

Masalah Gepeng mencuat kembali setelah Presiden Jokowi melantik Tri Rismaharini pada 23 Desember 2020 lalu.

Pasalnya mantan Wali Kota Surabaya ini oranya rajin, peduli dan ingin mencarikan solusi bagi  masyarakat kurang beruntung, mereka yang menyandang sebagai gelandangan, pengemis, pengamen dan pemulung didekati,  diajak untuk menjadi orang baik.

Setelah blusukan  beberapa kali di DKI Jakarta yang ditanggapi beragam oleh para tokoh partai politik dan birokrat di DKI, Risma panggilan akrab Tri Rismaharini telah merawat, mendidik masyarakat  yang hidup dengan serba susah ini menjadi warga yang memiliki masa depan lebih baik dengan dipekerjakan di sebuah BUMN.

Tidak hanya dirawat baju dan makan serta tempat tinggalnya, para mantan Gepeng juga dipekerjakan ditempat yang layak.

Saat ini sudah sekitar 15 orang diperkerjakan di anak perusahaan BUMN, PT. Waskita Karya menjadi cleaning service.

Suatu pekerjaan yang mulia dibanding sebagai Gepeng.

Berubahnya pekerjaan dari Gepeng menjadi pekerja, meskipun sebagai cleaning service tentu lebih terhormat.

Ketika menyandang Gepeng mereka tidak punya tempat tinggal. Karena tidak memiliki tempat tinggal mereka mandi, buang hajat sekenanya.

Sebagai Gepeng  mereka terbelunggu tidak bisa melaksanakan ibadah karena keadaan. Kondisi ini telah menentukan penampilan.

Kini mereka telah  beda penampilan saat  bekerja dibanding sebelumnya sebagai  Gepeng.
Pekerja akan lebih baik masa depanya.

Pekerja secara berjenjang memiliki perilaku lebih baik, dan tentunya akan dapat menikmati hidup lebih layak.

Pendek kata pekerja lebih baik dibanding pengangguran, terlebih dibanding Gepeng  yang disandang sebelumnya.

Sebagai Gepeng mereka  tak menentu dalam penghasilan, makan  dan tempat tinggal.

Langkah Bu Risma menangani Gepeng secara total sejak ditemukan di kolong jembatan, dididik, dilatih ketrampilan dan diberikan tempat tinggal menjadi bukti kepiawaian Pak Jokowi memilih menteri, khususnya Menteri Sosial yang memerlukan sosok keibuan, peduli, dan mencari solusi dalam penyelesaian masalah sosial.

Menyelesaikan masalah sosial secara parsial terbukti tidak efektif.  Bu Risma betul mencari akar masalah serta solusinya, sehingga masalah Gepeng juga    perlu didukung oleh segenap masyarakat.

BUMN, pengusaha dan juga peran serta masyarakat dapat berpartisipasi menyampaikan ide, gagasan dan mencarikan solusi dalam membantu menyelesaikan secara permanen masalah Gepeng, suatu persoalan bangsa yang begitu banyak dan rumit.


Mitra Bebek-Telor Asin-Solusi Gepeng

Mitra bebek merupakan kemitraan pangon bebek dengan seseorang, komunitas, bisa pula yayasan atau siapa saja. Mitra bebek adalah sinergi pangon bebek yang menghasilkan ratusan telor bebek setiap hari.

Para pangon belum tentu telornya mudah dijual. Dari survei ada pangon yang terkadang ketika sedang banyak telor dia kesulitan menjual.

Sebagai solusi mereka kita bantu. Ditampung telornya dan pastikan pembayaran telornya agar mereka tenang.

Ratusan bahkan ribuan telor dari pangon bebek perlu kita tampung dan dijadikan  telor asin, sehingga ada kegiatan ekonomi produksi telor asin yang dapat memberikan nilai tambah,  nilai ekonomi bagi masyarakat.

Telor asin pada masa pendemi Covid-19 banyak dikonsumsi karena menambah imun, kekebalan tubuh.

Agar tidak takut mengkonsumsi telor yang kadang terlalu asin yang menyebabkan darah tinggi kini sudah ada metode baru cara pembuatan kuliner telor asin yang masir, asinnya pas dan memberikan gizi yang tinggi, sehingga enak dijambal atau makan langsung dan juga sebagai lauk makan nasi.

Setelah telor mentah diambil dari pangon dibawa ke rumah telor asin, rumah produksi dan packing telor asin sebelum dipasarkan.

Dalam proses produksi diperlukan mencuci, membalur telor dengan adonan garam dan ramuan tertentu  agar telor menjadi asin dan awet serta mengukus telor.

Setelah 15 hari disimpan telur dibongkar, dicuci dan  dites agar kualitas telor terseleksi baik dan layak konsumsi.

Kemudian telor yang terpilih kita kukus selama 4 jam. Setelahnya diturunkan dan dibersihkan ketika telor masih hangat agar kualitas warna telor bersih.

Setelah diturunkan dan dibersihkan telor didinginkan. Setelahnya dilakukan seleksi dan pengecekan apakah ada yang retak.

Telor besar-besar dipisah sebagai “Telor Super” atau pilihan.

Diharapkan telor super dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibanding telor rata-rata yang kita jual dengan tenaga pemasaran “Mantan Gepeng” yang sudah dididik diberi pelatihan. 

Sementara telor yang retak dikumpulkan untuk dibuat kerupuk telor asin agar tidak ada bahan mubadzir.

Pemasaran telor sebaiknya di kota-kota besar seperti  Jakarta, Bandung dan kota-kota yang dekat dengan pusat produksi telor asin.

Para pemasar cukup ambil di tempat tertentu daerah tertentu yang sudah ditetapkan setiap telor datang dari  daerah produksi.

Para mantan Gepeng dengan diberikan seragam khusus bisa memasarkan telor asin via online dengan HP, dengan sepeda keliling atau mangkal ditempat strategis, yang penting telor yang sudah diambil diusahakan laku dan habis terjual setiap hari.

Singkat kata, upaya meramu potensi pangon bebek, produksi dan pemasaran telur asin dapat menjadi usaha mikro koperasi menengah (UMKM) dan dapat menampung tenaga kerja serta menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan, pengentasan Gepeng  secara permanen.

Bila usaha ini dikelola secara baik, meskipun generasi berganti usaha ini akan tetap ada dan lestari, terus menghidupi mereka yang terlibat.
Pangon bebek, pembuat telor, dan tenaga pemasaran.

Bila kita ada 10 mitra bebek akan mengasilkan setidaknya 2000 telor dan bisa menghidupi 10 pangon dan keluarganya.

Kemudian 4 karyawan produksi dan 10 tenaga pemasaran akan mendapatkan penghasilan secara tetap setiap hari atau setiap bulan.

Bila usaha ini dikembangkan di seluruh Kabupaten di Jawa Barat misalnya, maka akan banyak tenaga kerja terserap. Banyak Gepeng berubah nasib.

Mereka terlibat  dalam kegiatan ekonomi “Mitra Bebek Telor Asin Solusi Untuk Indonesia”.

Mari kita  wujudkan. Semoga.

(###)





  • Jakarta Perlu Pemulung, Tak Harus Dirumahkan Jakarta Perlu Pemulung, Tak Harus Dirumahkan Sejak dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial pada Rabu (23/12/2020) Tri Rismaharini yang biasa disapa Risma langsung blusukan. Target pertama di sekitar kantor barunya di bilangan Salemba, Jakarta Pusat.