merdekanews.co
Selasa, 27 Agustus 2019 - 13:44 WIB

Cukai 2020 Makin Mahal, Industri Rokok Siap-Siap tak Ngebul

Setyaki Purnomo - merdekanews.co

Jakarta, MERDEKANEWS - Pemerintah berencana menaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun depan. Meski begitu kepastian mengenai rencana ini masih menunggu pembahasan dengan DPR.

Menanggapi rencana Pemerintah menaikkan tarif CHT tersebut PT Gudang Garam Tbk (GGRM) santai-santai saja, Pihak manajemen berharap loyalitas para penghisap rokok produk Gudang Garam bisa jadi jalan keluar makin mahalnya tarif cukai ini.

"Ketika ditanya ini tentunya jawabannya kombinasi, ada beberapa hal mungkin loyalitas perokok kami, kualitas yang kita tawarkan dan ketersedian rokok yang mudah di dapat dengan harga yang hemat," kata Direktur Gudang Garam Heru Budiman dalam acara 'Public Expose Live 2019' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (26/8/2019).

Dalam Nota Keuangan & RAPBN 2020 menyebutkan bahwa target penerimaan cukai naik dari Rp165,8 triliun menjadi Rp179,3 triliun. Pendapatan cukai dalam RAPBN tahun 2020 tersebut naik 8,2% dibandingkan dengan targetnya dalam outlook tahun 2019.

Sepanjang semester I-2019, perseroan berhasil mempertahankan peningkatan pendapatan disertai dengan laba, atau jumlah penghasilan komprehensif meningkat 20,4% mencapai Rp4,3 triliun dengan pertumbuhan pendapatan penjualan sebesar 16,4% menjadi Rp52,7 triliun.

Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang dari peningkatan penjualan 46,6 miliar batang rokok dari sebelumnya yang hanya 40,6 miliar batang rokok. Meski begitu laba bruto perusahaan mengalami penurunan di Semester I 2019 ini menjadi 18,9% dari 19,8% diperiode yang sama tahun lalu. Penurunan laba bruto ini disebabkan beban pokok penjualan yang lebih tinggi disamping itu biaya pita cukai, PPN dan pajak rokok meningkat 17,6% menjadi Rp33,5 triliun.

    
    
   (Setyaki Purnomo)