
Hawaii, MERDEKANEWS – Donald Trump memang Presiden AS paling kontroversi. Dia dituduh sebagai pemangsa seksual.
Adalah Senator Demokrat Hawaii, Mazie Hirono yang melontrakan tuduhan kepada Trump. Dia meminta Presiden Amerika Serikat itu untuk mengundurkan diri di tengah tuduhan seksual.
Menurut Hirono, jika Trump masih menjabat sebagai Presiden AS, maka hal itu merupakan ancaman bagi kaum perempuan, karena bagi Hirono, Trump merupakan seorang pria misoginis atau orang yang memiliki kebencian atau tidak suka terhadap wanita atau anak perempuan.
Misogini dapat diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan.
"Dia seorang misoginis dan pemangsa seksual yang diakui, dan pembohong. Satu-satunya hal yang akan menghentikannya menyerang kita. Karena tidak ada yang aman adalah pengunduran dirinya," kata Sen Hirono di Washington D.C, seperti dilansir hawaiinewsnow, Rabu (13/12/ 2017.
Senator Hirono kemudian men-tweet pesan serupa, memanggilnya "pengganggu".
Tweet tersebut merupakan tanggapan atas kicauan kontroversial yang dilayangkan pada hari Selasa pagi.
Kicauan Trump berbunyi, "Senator Ringan Kirsten Gillibrand, seorang yang sangat tampan bagi Chuck Schumer dan seseorang yang akan datang ke kantor saya" mengemis "untuk kontribusi kampanye yang tidak begitu lama yang lalu (dan akan melakukan apa saja untuk mereka), sekarang berada dalam lingkaran pertempuran melawan Trump sangat tidak setia pada Bill & Crooked-DIGUNAKAN! "
Senator Kirsten Gillbrand juga meminta Presiden untuk mengundurkan diri, bersama dengan empat senator lainnya.
Saat kampanye pemilihan presiden, Trump juga dikabarkan terkena skandal seks. Ada 12 perempuan seksi yang mengaku merasa dilecehkan Trump seperti digerayangi hingga dicium paksa.
(K Basysyar A)
-
Debat Pertama Capres USA Donald Trump VS Joe Biden Berlangsung Sengit Debat Capres Pertama Amerika Serikat.
-
Khawatirkan LGBT dan Kejahatan Seksual Marak, FORHATI Tolak RUU PKS Koordinator Presidium Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI), Hanifah Husein menyatakan sejumlah pandangan kritis terhadap Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang saat ini dibahas di DPR.
-
Forhati Khawatirkan RUU PKS Pintu Masuk Maraknya Kekerasan dan Perilaku Seksual Menyimpang Hanifa Husein, Presidium Majelis Nasional Forhati(Forum Alumni HMI-Wati), mengingatkan, perlunya kebersamaan masyarakat muslimah dan organisasi perempuan Islam, khususnya dalam menyikapi pembahasan RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual).
-
220.000 Wanita Alami Pelecehan Seksual di Angkutan Umum Lebih dari 220.000 wanita dilecehkan secara seksual saat menumpang kendaraan umum di Prancis pada dua tahun belakangan, kata badan statistik kejahatan nasional dalam laporan pertamanya mengenai masalah tersebut.
-
Amerika Tidak Segahar Mulut Donald Trump 128 negara siap pasang badan. Mereka bernyali besar untuk menentang Presiden Amerika Serikat Donald Trump.