merdekanews.co
Senin, 18 Desember 2017 - 08:28 WIB

Paskah Panglima TNI Baru

Perwira Senior Rebutan Kursi KSAU

Muhammad - merdekanews.co
Hadi Tjahjanto

Jakarta, MERDEKANEWS -Presiden Jokowi dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto diharapkan bisa memberi kesempatan kepada perwira -perwira senior TNI Angkatan Udara dari angkatan 1984, 1985 hingga 1986 untuk menempati  posisi Kepala dan Wakil KSAU baru nanti.

Panglima TNI  Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya masih melakukan seleksi kepada calon Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) baru setelah dirinya menjabat panglima. 

"Ada beberapa calon yang harus saya sampaikan ke Presiden dan saya seleksi," kata Hadi usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor. 

Namun pria berkumis tebal itu enggan menyebut kapan waktu seleksi akan dilakukan. 

"Ya tunggu saja nanti. Semua masih dalam proses," ujarnya.

Menurut Hadi, soal calon KSAU akan dilaporkan Presiden dalam kesempatan tersendiri.

Meski kosong, Hadi mengatakan, pengambilan keputusan di jajaran AU tidak terpengaruh. Sebab, jabatan kepala dan wakil kepala staf angkatan TNI bersifat satu kotak. 

"Jadi kepala staf itu satu kotak dengan wakil kepala staf," ujarnya.

Hadi mencontohkan, bila KSAD akan keluar negeri, KSAD tidak perlu memberi surat perintah atau pelaksanaan tugas pada wakil kepala staf. 

"Jadi kalau ditinggal ke mana pun, otomatis wakil kepala staf bertanggung jawab," ujarnya.

Siapa saja yang nantinya akan berpeluang menjadi KSAU menggantikan Marsekal Hadi? 

Menurut informasi dilingkungan Mabes TNI, nama Marsekal Madya (Marsdya) TNI Yuyu Sutisna disebut-sebut memiliki peluang terkuat untuk menggantikan Hadi sebagai KSAU. 

Marsdya Yuyu dan Marsekal Hadi dikenal memiliki hubungan dekat. Keduanya pun berasal dari tahun kelulusan yang sama yakni tahun 1986.

Sejak Hadi menjabat KSAU, nyaris seluruh posisi strategis di TNI AU didominasi oleh para perwira lulusan tahun tersebut. Mulai, Wakil KSAU, Irjen AU, hingga sejumlah Asisten KSAU, hingga Panglima Koops.

Jika benar akhirnya Yuyu yang terpilih, maka perwira lulusan 86 sukses menyapu jabatan puncak di tubuh TNI AU. 

Lalu bagaimana dengan angkatan 1985. Para perwira alumni 1985 AU saat ini bisa disebut kurang diperhatikan. Dibandingkan lulusan tahun yang sama dari matra darat dan laut, hanya Akabri Udara lulusan 1985 yang belum memiliki perwira berbintang 3. Termasuk  jabatan strategis seperti Panglima Komando Operasi, lulusan ini tidak "kebagian jatah".

Bandingkan saja dengan TNI AD ,misalnya. Di Angkatan Darat ada nama Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Letjen TNI Dodik Wijanarko (Irjen TNI).

Atau di matra laut ada nama Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang menjabat Wakasal, Komandan Sesko TNI Letjen TNI (Mar) M. Trusono, hingga Danjen Akademi TNI Laksdya Siwi Sukmo Aji.

Lantas, siapa perwira dari 85 yang berpeluang menjadi "kuda hitam"? Satu di antara yang menonjol di angkatan ini adalah Marsda TNI Dedy Permadi.

Dedy adalah perwira TNI AU kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 3 April 1963. Dedy sudah pernah menjabat 4 pos penting di posisi bintang dua. Mulai dari Gubernur Akademi Angkatan Udara, Asisten Pengamanan (Aspam) KSAU yang membawahi bidang intelijen, Asisten Personel (Aspers) KSAU, hingga Aspers Panglima TNI yang kini diembannya.

Dengan segudang pengalaman itulah, meski masih bintang dua, ia layak masuk menjadi nominator calon KSAU.

Sementara dari angkatan 1984, perwira yang juga berpeluang menjadi KSAU dari angkatan ini adalah Marsdya Bagus Puruhito yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Lemhanas.

Meski mayoritas perwira lulusan tahun 1983 sudah pensiun, masih ada nama Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.

Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 5 Januari 1961 ini pernah menjabat Wakil KSAU sebelum dimutasi menjadi Sekjen Kementerian Pertahanan RI.

Menanggapi itu,  Pakar militer Rudianto mengatakan, Marsdya Yuyu memiliki peluang paling besar.

"Pak Yuyu paling dijagokan, meski keputusan akhir tetap berada di Presiden. Namun idealnya Presiden juga memberi kesempatan kepada perwira senior dari 85. Kalaupun tidak sebagai KSAU, bisa sebagai Wakil KSAU agar tidak menimbulkan friksi," katanya
  (Muhammad)






  • TNI dan Polri Terus Berguguran di Papua, Bagaimana Solusinya? TNI dan Polri Terus Berguguran di Papua, Bagaimana Solusinya? Usai dua prajurit Kopassus gugur, kini Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto mengakui, seorang prajurit TNI gugur usai baku tembak dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua, Senin (30/12/2019).