merdekanews.co
Rabu, 03 Juli 2019 - 20:49 WIB

Film Dokumenter UGM 

Belajar Keberagaman dan Toleransi dari Kota Singkawang

Atha - merdekanews.co
Kepala Laboratorium Filsafat Nusantara UGM, Dr Rizal Mustansyir menggelar diskusi dengan Pemkot dan Ormas Singkawang, seperti FKUB, dan FKAPELA. Foto: Antara

Pontianak, MERDEKANEWS - Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta akan memfilmkan keberagaman dan toleransi yang ada di Kota Singkawang dengan tajuk multikulturalisme dalam bingkai Kebhinnekaan Tunggal Ika.

"Pembuatan film dokumentasi keberagaman yang ada di Kota Singkawang ini kita lakukan agar orang yang berasal dari luar bisa belajar dari Kota Singkawang bahwa yang namanya toleransi itu sebetulnya adalah sebuah proses, bukan seperti barang mati dan bukan sebuah harga jadi," kata Kepala Laboratorium Filsafat Nusantara UGM, Dr Rizal Mustansyir di Singakawang, Rabu (3/7/2019).

Sehingga, katanya, toleransi harus dijaga dan dibina, karena warga Singkawang ternyata sudah memiliki filosofi yang bagus sekali. "Kami dari universitas juga belajar di Singkawang," tuturnya.

Bahkan, pihak UGM pun sudah menyiapkan skenarionya. Karena, melalui media diketahui bahwa Singkawang ini luar biasa baik dari segi multietnis, agama dan sebagainya.

"Sehingga kita mencoba membawa aura Singkawang menjadi aura nasional. Bila perlu nanti aura Internasional jika memang bisa memungkinkan itu," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihak UGM akan menjadikan toleransi dan keberagaman Singkawang dalam film dokumentasi yang nanti akan pihaknya sebar di Youtube.

Menurutnya hal serupa sudah pernah dilakukan UGM khususnya di Minangkabau. Dimana yang pihaknya angkat adalah surau dan nasionalisme masyarakat Minangkabau. "Sehingga ada media pembelajaran untuk generasi muda," jelasnya dikutip Antara.

Dia berharap, film yang dibuat bisa menginspirasi terutama mahasiswa. Karena ini nanti akan menjadi media pembelajaran mahasiswa.

"Jadi mahasiswa yang mengikuti kuliah di UGM bahkan nasional nanti harus menyiapkan film ini," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan menyambut baik keinginan UGM untuk mengetahui lebih dalam tentang kehidupan Kebhinnekaan keberagaman yang multikultural baik agama, etnis dan budaya di Kota Singkawang.

"Kita sebagai masyarakat Singkawang tentu berbangga bahwa Singkawang menjadi pusat studi untuk penelitian," katanya.

Hal seperti ini, tentunya harus bisa diketahui oleh masyarakat luas. "Dan kepada masyarakat Singkawang mari kita jaga Singkawang agar tetap menjadi kota yang damai, nyaman, bahagia dan kita harus menjadi Role Model (contoh) bagi daerah lain dalam hal keberagaman tanpa melihat suku, agama, bangsa dan sebagainya," katanya.
  (Atha)






  • Kurangi Impor, Indonesia Sukses Ciptakan Alat Deteksi Radioaktif Kurangi Impor, Indonesia Sukses Ciptakan Alat Deteksi Radioaktif Konsorsium riset dan industri yang terdiri dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan PT Len Industri berhasil merampungkan purwarupa alat deteksi radioaktif Radiation Portal Monitor (RPM). Alat tersebut dapat meningkatkan keamanan nuklir di Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan dari produk luar negeri.