merdekanews.co
Senin, 29 April 2019 - 17:29 WIB

Jagoan Lokal Koalisi Tumbang

Sukur Dongkrak Suara Partai Di Tanah Pasundan

MUH - merdekanews.co
Ketua DPP PDIP Sukur H Nababan

Jakarta, MERDEKANEWS -Jagoan lokal dari partai koalisi gagal mendongkrak suara Jokowi di Pilpres. Di Tanah Pasundan ini, Jokowi hanya meraup 40,22 persen, sedang Prabowo 59,78 persen.

Namun, berkat figur caleg, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri masih bisa bertarung. Politisi muda banteng, Sukur H Nababan (SHN), berhasil mendongkrak suara partainya di Jawa Barat VI, meliputi kota Bekasi dan kota Depok.  
 
"Caleg patahana (SHN) masih terkuat. Sehingga PDIP masih bisa bertarung di dapil neraka ini, meski jagoan lokal dari partai koalisi gagal mendongkrak Jokowi di Jawa Barat," kata Peneliti Pena Hijau Ahmad Rijal,kepada awak media, Senin (29/4) sore.

Dikatakan, perebutan kursi di dapil kategori neraka ini berlangsung ketat. Dari 90 caleg yang bertarung hanya enam kursi yang diperebutkan. Berdasarkan kajian dan analisa dari Pena Hijau, PDIP bertahan pada perolehan dua kursi. SHN dipastikan bakal kembali melenggang ke Senayan, untuk periode ketiga. 

Suara SHN di atas dari caleg separtainya seperti Risa Mariska dan pesinetron, Angel Karamoy. Bahkan perolehan suaranya lebih besar dari raihan suara PDI Perjuangan.

"Di PDIP, SHN terkuat. Selain memiliki basis massa riil, dan solidnya kader banteng di tingkat DPC dan PAC. Alhasil, figur SHN berhasil menghantarkan suara partai unggul di Jabar VI. Dan PDIP akan bertahan pada perolehan dua kursi nantinya," ujar Rijal.

Bahkan, lanjut Rijal, dua menteri dari partai koalisi, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Ketenagakerjaan (Menakertrans) Hanif Dhakiri terancam gagal melaju ke senayan.

Menurut data dari penghitungan sementara yang berlangsung di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), di Kota Bekasi dan Kota Depok, menyebutkan, perolehan suara PKB dan PPP jauh dari PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra. 

“Dari koalisi partai pengusung Jokowi, hanya PDI Perjuangan yang bertahan di Jawa Barat VI. Itupun karena ada figur SHN yang sangat kuat di Bekasi dan Depok,” katanya. 

Sementara pengamat Politik Ifan Lengkoan menambahkan, sampai saat ini, baru ada tiga partai yang aman menempati posisi kursi ke 1, 2 dan 3 dari enam kursi DPR yang diperebutkan.  "PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra. Sementara Kursi ke 4, 5 dan 6 masih diperebutkan oleh PDI Perjuangan, PKS, Golkar dan PAN," kata Ifan. 

Jika dihitung dengan pengaruh bisa jadi Golkar akan merebut kursi ke-4. "Hal ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang notabene-nya adalah kader Golkar,” ujar Ifan. 

Dijelaskan Ifan, pilpres mempengaruhi suara partai pengusung. Di Bekasi dan Depok, yang merupakan basis Prabowo-Sandi berdampak pada partai pengusungnya.  “Uniknya dampak positif capres 02 bukan ke Gerindra, tapi justru ke PKS dan PAN. Apalagi Depok dipimpin kader PKS dan Gerindra,” tegas Ifan. 

Hal lain yang menarik, menurut Ifan, kekuatan Capres 02 tidak berimbas ke PDI Perjuangan. "Suara Sukur justru lebih tinggi dari Pileg 2014,” kata Ifan, 

Data di PPK Bekasi dan Depok kalau penghitungan sudah 80 persen. Dan, PDI Perjuangan serta PKS masih saling kejar menempati posisi pertama. Di bawah PDI Perjuangan dan PKS ada Gerindra, Golkar dan PAN. "Selisih suara PDI Perjuangan dengan PKS pastinya tipis. Bisa saja kursi ke-4 dimenangi PDI Perjuangan," tambahnya.  (MUH)






  • SHN: Silaturahmi Bagian  Penting Pemersatu Bangsa SHN: Silaturahmi Bagian Penting Pemersatu Bangsa Rakyat sudah 'move on'. Tidak ada yang mempersoalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, perlu dilakukan silaturahmi tokoh bangsa sebagai bagian pemersatu bangsa pasca Pilpres 2019.


  • Di Sukabumi, Prabowo-Sandi Terlalu Tangguh  Di Sukabumi, Prabowo-Sandi Terlalu Tangguh Ternyata, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu basis pendukung militan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno di Jawa Barat. Perolehan suara pasangan nomor urut 02 ini mampu menjungkalkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.