merdekanews.co
Sabtu, 25 November 2023 - 14:40 WIB

Asuransi dan Road Safety

Viozzy - merdekanews.co
Ilustrasi. (Foto: Net)

Kemang Raya, MERDEKANEWS -- Berlalu lintas merupakan suatu aktivitas manusia sebagai mahkluk sosial dan juga untuk produktifitas agar mampu bertahan hidup tumbuh dan berkembang.

Berlalu lintas dengan kendaraan bermotor memiliki kewajiban untuk teregistrasi kepolisian, membayar pajak, serta membayar asuransi. Ketiga hal tersebut menunjukan akuntabilitas berlalu lintas, atau sebagai legitimasi pengoperasionalan kendaraan bermotor di jalan raya.

Mengapa perlu legitimasi pengoperasionalan kendaraan bermotor di jalan raya? karena dalam berlalu lintas bisa menjadi korban maupun pelaku yang merusak, menghambat bahkan mematikan produktifitas diri kita maupun orang lain. 

Berlalu lintas diperlukan suatu aturan, kompetensi, kepatuhan dan sistem pendukungnya termasuk untuk menegakan hukum. Tatkala terjadi permasalah di jalan raya sistem asuransi menjadi salah satu bagian negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada warganya, saat celaka di jalan raya. 

Sistem asuransi dalam legitimasi pengoperasionalan kendaraan bermotor mencakup :

1. Sistem administrasi dan pembayaran asuransi

2. Sistem pembayaran premi asuransi santunan kecelakaan lalu lintas

3. Mendukung program program road safety dalam rangka: 

  • Mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat tertib dan lancar.
  • Upaya-upaya meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan
  • Membangun budaya tertib berlalu lintas
  • Mendukung sistem rekayasa dan operasional lalu lintas
  • Mendukung sistem penegakan hukum lalu lintas

Fungsi Asuransi dalam mendukung pembangunan budaya tertib berlalu lintas sangat besar terutama dalam membangun literasi road safety untuk merubah mind set para pemangku kepentingan termasuk pengguna jalan untuk patuh hukum dan tertib berlalu lintas yang berkeselamatan (safer peopl ). 

Program dukungan atau pengguna jalan yang berkeselamatan dalam belajar berlalu lintas perlu antara lain dengan membuat : 

1. Standar edukasi secara formal maupun non formal yang mencakup : 

  • Taman lalu lintas, 
  • Polisi cilik, 
  • Polisi sahabat anak, 
  • Patroli Keamanan Sekolah, 
  • Cara aman ke sekolah, 
  • Police go to campus/ school, 
  • Kemitraan dalam forum lalu lintas, i. 
  • Pembinaan komunitas (hobby, profesi, korban kecelakaan lalu lintas), 
  • Forum Guru Pelopor Tertib Berlalu lintas atau Diseminasi Guru, 
  • Kampung tertib lalu lintas, 
  • Ibu peduli tertib berlalu lintas, dsb
  • Training tentang safety driving dan safety riding, 
  • Wadah belajar dan berlatih berlalu lintas melalui  SDC (Safety Driving Centre)

2. Standar uji untuk para pengemudi/ calon pengemudi yang mencakup : 

  • Uji Administrasi, 
  • Uji Kesehatan, 
  • Uji Kesadaran 
  • Uji Teori (pengetahuan : aturan/peraturan perundang-undangan, teknis kendaraan bermotor, keselamatan, dan sebagainya)
  • Uji Simulasi (konsentrasi, reaksi, kompetensi teknis), 
  • Uji Praktek untuk menggabungkan kesadaran, kompetensi, pengetahuan, konsentrasi dan reaksi. 

3.  Penegakkan hukum secara manual maupun ekaktronik (ETLE) 

4. TAR / traffic attitude record ( catatan perilaku berlalu lintas )

5. De merit point system untuk perpanjangan SIM, 

6. RSPA / road safety partnership action 

7. SDC / safety driving centre 

8. Road safety research and development 

9. Road Safety Media Management

10. Road safety coaching dan 

11. Algoritma road safety

Berlalu lintas, bisa berkendara berjalan kaki atau menggunakan moda transportasi lainnya, disitu ada perilaku berlalu lintas. Dampak dari perilaku berlalu lintas yang menonjol adalah: kecelakaan, perlambatan hingga kemacetan. 

Sebenarnya banyak masalah lainnya yang menjadi masalah sosial dan korntra produktif. Masalah kejahatan, pelanggaran hingga kerusakan fasilitas publik. Semua itu harga sosial yang harus dibayar sangatlah mahal. Dari kematian, cacat, terganggu produktifitasnya, kerugian materi, terganggunya produktifitas masyarakat. Semakin tinggi tingkat pergerakannya, akan semakin tinggi potensi yang berdampak kontra produktif. 

Belajar berlalu lintas sejatinya belajar akan kemanusiaan yang membangun kesadaran, tanggungjawab, disiplin yang peka, peduli dan berbelarasa bagi keselamatan dirinya maupun orang lain. Di dalam belajar berlalu lintas dilakukan sejak usia dini dan sepanjang hayat. Keselamatan berlalu lintas dimulai dari rumah kita. Masuk area publik yang digunakan lalu lintas di situlah kita wajib untuk peka dan peduli serta berempati untuk keselamatan.

Pendidikan berlalu lintas dapat dilakukan dengan membangun literasi. Pemahaman akan literasi lalu lintas bertujuan adanya pemahaman, pembelajaran yang mendalam dan perubahan mind set. Literasi membangun perilaku dengan menanamkan kesadaran yang diikuti dengan: infrastruktur dan sistem pendukungnya, sistem pengajaran, sistem uji dan penerhitan sim maupun penegakan hukum. Kesemua itu saling terkait. 

Di dalam belajar berlalu lintas perlu adanya orang orang yang dapat menjadi ikon atau pejuang maupun pelopornya. Guru dan lembaga pendidikan serta media menjadi penting dalam belajar berlalu lintas. Pendidikan berlalu lintas memerlukan seni yang membuat suasana belajar menjadi fun, menyenangkan, mengasyikan dan menjadi kekuatan yang tertanam dalam mind set sepanjang hayat. 

Belajar berlalu lintas setidaknya dapat dilakukan dengan :

1. Guru, pelatih, instruktur, maupun kaum influencer, tokoh masyarakat/agama/ pemuda atau siapa saja yang dapat menjadi atau dijadikan ikon pembelajaran

2. Wadah untuk belajar secara formal maupun informal 

3. Secara langsung maupun melalui media

4. Kurikulum maupun konten yang dibuat secara kreatif, inspiratif, sistematis yang solutif, dan menghibur.

5. Sistem pengajaran dari edukasi, training hingga coaching

Peran media begitu penting untuk mensosialisasikan kepada publik secara luas. Tim kreatif ini sangat mendasar untuk membuat konten bagi anak-anak, remaja, dewasa, profesi, maupun bagi publik. Belajar lalu lintas ini disampaikan terus menerus dapat dibuat secara tematik. Misalnya pada saat hari pendidikan nasional, hari anak anak, hari kebangkitan nasional, hari kartini, hari kemerdekaan, hari ibu, hari pramuka dan sebagainya. Momentum-momentum seperti itu akan menjadi daya sebar dan daya ingat masyarakat secara luas dan mendalam.

Sistem asuransi dalam mendukung program STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). 

Sistem tersebut merupakan cara atau sarana mencapai tujuan road safety. Cara mencapai tujuan road safety dibangun sistem pada STNK dan TNKB sebagai legitimasi pengoperasionalan. 

Tujuan road safety adalah: 1. Terwujudnya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar, 2. Meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan, 3. Terbangunnya budaya tertib dan 4. Adanya pelayanan yang prima di bidang LLAJ. 

Mengapa di dalam mengoperasionalkan kendaraan bermotor memerlukan legitimasi? Analogi ekstrim memiliki mobil seperti memiliki sejata api yang dapat merusak menghambat bahkan mematikan produktifitas dirinya maupun orang lain. 

Maka proses legitimasi pengoperasionalan dilakukan dengan :

1. Sistem data kepemilikan, kendaraan, yang mengacu pd sistem pendataan pada BPKB

2. Sistem pajak kendaraan bermotor

3. Sistem asuransi

4. Sistem pengawasan

5. Sistem penegakkan hukum

6. Sistem forensik kepolisian

7. Sistem pelayanan publik

Sistem data kepemilikkan kendaraan 

Siststem data kepemilikan kendaraan dan asal usulnya ini mengacu dari sistem data pada BPKB yang telah diverifikasi secara fisik maupun dokumennya. Dengan keluarnya BPKB dapat dinyatakan keabsahan kepemilikan dan asal usul kendaraan bermotor dapat dilegitimasi. 

Sistem pendataan kendaraan bermotor pada STNK dikaitkan dengan sistem-sistem lainnya yang tertera pada point 2 sd 7. Sistem data kendaraan bermotor pada STNK dalam pengoperasionalannya dikaitkan dengan TNKB. 

Sistem TNKB untuk mendukung ke 7 point di atas dilakukan dengan sistem ANPR (Automatic Number Plates Recognation) atau plat nomor kendaraan bermotor dapat kaitkan dengan sistem penegakkan hukum secara elektronik (ETLE : Electronic Number Traffic Law Enforcement). 

Sistem ANPR dielaborasi sistem On Board Unit (OBU), RFID (Radio Frequency Identification) digunakan untuk pencatatan atau recognize perilaku berlalu lintas yang dapat dikaitkan dengan program TAR (Traffic Attitude Record) dan De Merit Point System.

Sistem data pada STNK dan TNKB merupakan landasan penting bagi terbangunnya sistem-sistem pengelolaan manajemen lalu lintas seperti: ERP (Electronic Road Pricing), E-Parking, E-Samsat, Electronic Toll Cillection, E-banking maupun ETLE. 

Kesemua sistem yang ada pada STNK dan TNKB merupakan bagian dari sistem manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan hingga manajemen emergency. Kesemua itu saling kait mengkait pada sistem IT For Road Safety. 

Sistem yang di bangun melalui TMC (Traffic Management Centre), SSC ( Safety and Security Centre ), ERI (Electtonic Registration and Identification), SDC (Safety Driving Centre), INTAN (Intellegence Traffic Analysis), Smart Management, Road Safaty Intellegent, Road Safety Algoritma dan sistem-sistem lainya. 

Sistem pelayanan  STNK dan TNKB untuk mencapai tujuan road safety mencakup : 

1. Sitem pelayanan keamanan

2. Sistem pelayanan keselamatan

3. Sistem pelayanan hukum

4. Sistem pelayanan administrasi

5. Sistem pelayanan informasi

6. Sistem pelayanan kemanusiaan

Sistem sistem di atas merupakan satu bagian dari sistem pelayanan yang berstandar prima.

Berlalu lintas menjadi penting dan mendasar bagi terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas. Dan bagi pelayanan publik di bidang lalu lintas yang berkualitas prima. 

Belajar berlalu lintas ini mendukung program-program pemerintah dalam membangun bangsa agar berdaulat, berdaya tahan, berdaya tangkal dan berdaya saing. Karena sumber daya manusia adalah aset utama bangsa. Jangan menjadi korban sia-sia di jalan raya.

Cdl

Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, MSi.  (Viozzy)






  • Pemolisian di Era Digital Pemolisian di Era Digital Pemolisian di era digital diperlukan adanya sistem pemolisian yang berbasis IT atau yang dikenal dengan electronic policing (e policing)


  • Akuntabilitas Sebagai Profesi Akuntabilitas Sebagai Profesi Akuntabilitas secara fungsional, apa yang dikerjakan menunjukkan suatu upaya pencapaian tujuan dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Akuntabilitas secara sosial dapat dilihat pada kemanfaatan bagi hajat hidup masyarakat yang ditandainya semakin manusiawinya manusia dan meningkatnya kualitas hidup