
Sukabumi, MERDEKANEWS - Warganet heboh. Di Facebook, seorang juru parkir siap mendonorkan matanya buat Novel Baswedan. Penyidik KPK ini harus kehilangan matanya lantaran disiram air keras.
Adalah Mutaqqin Ilham yang memposting soal donor Mata di Facebook dan kini menjadi viral.
Dia mengaku kaget dengan respons dari warganet yang luar biasa telah memviralkan postingan di beranda media sosial (medsos) miliknya. Pria ini yang memposting curhatan Kusuma Hartanto, seorang juru parkir yang berniat mendonorkan matanya untuk penyidik KPK Novel Baswedan.
Muttaqin menyebut postingan yang dia buat pada Kamis (22/2) itu murni karena inisiatifnya agar keinginan Sanchoz (nama akrab juru parkir) sampai ke KPK.
"Makanya di ujung postingan saya tulis viralkan semoga sampai ke KPK," ucap Muttaqin di tempatnya bekerja, PR Cell, Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi, Jumat (23/2).
Satu persatu teman-teman medsosnya di Facebook kemudian memberikan komentar. Belum 30 menit postingannya dibanjiri komentar dari warganet lainnya.
"Ada yang di posting ke grup-grup Facebook, lama-lama makin banyak. Ada juga yang secara khusus memberikan pesan melalui Facebook untuk menanyakan langsung kebenaran informasi yang saya posting," ungkapnya.
Muttaqin menceritakan sudah lama kenal dengan Sanchoz, karena tiap sore juru parkir tersebut bekerja hingga malam.
"Orangnya ramai, tukang bercanda juga. Enggak banyak yang tahu kalau dulunya dia ini preman yang akhirnya insyaf dan jadi mualaf. Alhamdulillah sekarang dia salatnya enggak pernah ketinggalan. Setiap Ashar, Maghrib dan Isya pasti selalu pengumuman dulu ngajak ke masjid," cerita Muttaqin tentang sosok Sanchoz.
Muttaqin mengaku sempat menanyakan berkali-kali saat Sanchoz mengutarakan niatnya mendonorkan mata. Namun setelah yakin Sanchoz bulat dengan apa yang diucapkan akhirnya Muttaqin mempostingnya.
"Saya sempat enggak percaya karena dia emang tukang bercanda, tapi setelah dia bilang tujuannya tulus dan Ikhlas akhirnya saya posting. Karena saya ditanya mau kemana nyampaikan keinginannya ke KPK saya enggak ada kenalan, akhirnya saya posting di medsos," tutupnya
(Ira Safitri)
-
Penyewa Didalami, Polisi: Pelaku Ricuh di Kemang Berasal dari Kelompok Jasa Pengamanan 10 orang yang kita tangkap ini merupakan kelompok yang berasal dari jasa pengamanan
-
Boby Nasution Menantu Jokowi Datangi KPK, Ada Apa Nih? menantu Jokowi itu menjelaskan, selain dirinya, tujuh kepala daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara turut diundang
-
Respons Dedi Mulyadi Diancam Dibunuh: Risiko Seorang Pemimpin Kalau ada ancaman itu, ya risiko bagi seorang pemimpin. Kita lihat perkembangannya terlebih dahulu
-
Korupsi Terjadi karena Ada Persekongkolan dan Ikut Arahan Pimpinan korupsi dapat terjadi karena adanya persekongkolan atau berkomplot untuk melakukan kejahatan, serta mengikuti arahan pimpinan
-
Raba-raba Dada Pasien Viral di Medsos, Dokter Kandungan Mesum di Garut Diburu Polisi "Kita dapat infonya, semalam tadi. Saat ini kita lagi lakukan penyelidikan,"