
Jakarta, MERDEKANEWS - Pengacara Deolipa Yumara bakal membongkar kasus premanisme di rumah ibadah. Pengacara viral di kasus Brigadir J itu mengecam aksi intimidasi dan kekerasan premanisme yang menimpa kliennya di Wihara Tien En Tang.
"Jangan merasa kebal hukum, atau berlindung dengan penegak hukum. Saya sikat sampai ke akar-akarnya," tegas Deolipa Yumara, kuasa hukum Michele---korban premanisme-- dikutip Minggu, 2 Oktober 2022.
Bagi Deolipa setelah mempelajari penjelasan Michele, dirinya sudah 'membaca' skenario para pelaku kekerasan. Termasuk keterkaitan dengan para pihak.
Aksi yang dilakukan pelaku, dianggap Deolipa pola lama. Sehingga mudah terbaca oleh siapapun.
Karena itu, Deolipa bersikap tidak mentoleransi pihak manapun yang melindungi pelaku. Terlebih sudah masuk perbuatan pidana.
Seperti diketahui Michele menjadi korban premanism. Para pelaku mewakili ahli waris, mengusir para pengurus dari Wihara Tien En Tang, yang berada dalam perumahan elite Green Garden Jakarta Barat.
Akibat cara pengusiran dengan kekerasan, membuat tangan dan kaki Michele biru lebam. Setelah diseret paksa keluar, terkena benturan benda tumpul.
Begitu juga beberapa barang di dalam rumah belum diambil pengurus. Baik mobil operasional yayasan Vihara Metta Karuna Maitreya masih di garasi, maupun uang sumbangan jamaah dalam brankas lebih dari 100 juta rupiah. Dan berbagai barang keperluan kerja yayasan.
Peristiwa ini terjadi, karena memperebutkan tanah hibah yang diberikan Amih Widjaya untuk ibadah umat Budha. Namun setelah Amih Widjaya meninggal menjadi sengketa.
Almarhumah menghibahkan tanah seluas 300 meter pada yayasan. Dan pengurus mendirikan bangunan tiga lantai di atas tanah tersebut, dari sumbangan uang para jamaah Budha. (Gunawan Arianto)
-
Deolipa Yumara Bakal Sikat Habis Otak di Balik Intimidasi dan Kekerasan di Wihara Tien En Tang Cara kekerasan yang dilakukan pelaku, dianggap Deolipa pola lama. Sehingga mudah terbaca oleh siapapun.
-
Jamaah Wihara Tien En Tang Diintimidasi dan Alami Kekerasan, Polisi Jangan Diam Wihara yang berada dalam kompek perumahan elite Green Garden itu didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan dari ahli waris pemilik tanah.