merdekanews.co
Sabtu, 25 September 2021 - 11:21 WIB

Ikuti Pertemuan KSST Dunia, Menteri Trenggono Serukan Atasi Gap Ristek KP

Hadi Siswo - merdekanews.co
Menteri Trenggono menyampaikan keynote speech dalam pertemuan High Level Roundtable yang dihelat secara luring dan daring tersebut pada Jumat (24/9/2021).

Jakarta  MERDEKANEWS -- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya peran riset dan teknologi dalam mengelola sumber daya perikanan agar berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Untuk itu, Menteri Trenggono mengajak negara-negara yang tergabung dalam forum Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST/South-South and Triangular Cooperation) memperkuat kerja sama di dua bidang tersebut.

Menteri Trenggono menyampaikan keynote speech dalam pertemuan High Level Roundtable yang dihelat secara luring dan daring tersebut pada Jumat (24/9/2021). Pesertanya Wakil Menteri Pertanian dan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, para Menteri beberapa negara, Organisasi Internasional, Utusan Diplomatik negara undangan yang berkedudukan di Republik Rakyat Tiongkok.

"Kepentingan untuk menyeimbangkan antara perlindungan ekologi, kesehatan lingkungan laut, dan pembangunan ekonomi mutlak memerlukan adanya kerja sama riset dan teknologi. Untuk itu Indonesia mendorong negara-negara yang menguasai teknologi perikanan sebagai mitra pembangunan, untuk memberikan dukungan teknis terhadap Negara Selatan-Selatan, dalam bentuk riset, talent training dan capacity building," ujar Menteri Trenggono.

Indonesia mengakui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular sebagai sebuah wadah untuk meningkatkan kemajuan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, berdasarkan kemitraan multi-pemangku kepentingan atau multi-stakeholder partnerships (MSP).

Menteri Trenggono mengatakan, pembangunan perikanan saat ini belum seimbang secara geografis dan belum memenuhi kebutuhan pangan dunia. Sementara perubahan iklim juga menjadi tantangan setiap negara dan memberikan dampak yang serius kepada pengembangan industri perikanan.

Untuk itu, kata Menteri Trenggono Pemerintah Indonesia juga mendorong kerja sama sektor perikanan dalam kerangka Selatan-Selatan. Indonesia mendukung pengembangan perikanan, terutama aktivitas perikanan yang rendah karbon dan ramah lingkungan.

"Pentingnya Negara Selatan-Selatan untuk  bekerjasama yang sangat baik dan berkontribusi dalam mengelola dampak dari perubahan iklim terhadap sektor perikanan," tambahnya.

Menurutnya, kontinuitas pemenuhan kebutuhan pangan dunia juga ditentukan oleh praktik-praktik penangkapan ikan yang terukur. Penangkapan ikan terukur diharapkan mendorong terciptanya pengelolaan sumber daya perikanan yang baik, untuk menjaga kelestarian ekologi.

Pertemuan High Level Roundtable South-South and Triangular Cooperation menjadi bagian dalam acara Global Conference on Aquaculture (GCA +20) yang diselenggarakan oleh MARA RRT bekerja sama dengan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan the Network of Aquaculture Centre in Asia-Pacific (NACA). GCA +20 berlangsung dari 22 September hingga 25 September 2021.


(Hadi Siswo)





  • KKP Sosialisasikan Peraturan Tentang Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan KKP Sosialisasikan Peraturan Tentang Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Tindakan Tanggap Darurat dan Pengendalian Penyakit Ikan, serta Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 28 Tahun 2021 tentang Jenis Penyakit Ikan yang Berpotensi menjadi Wabah Penyakit Ikan.