merdekanews.co
Kamis, 08 April 2021 - 23:51 WIB

Dirjen Yusharto: Desa Tunjungtirto Malang Bisa Menjadi Role Model PPKM Mikro

Hadi Siswo - merdekanews.co
Dirjen Bina Desa Yusharto saat kunjungan dan sosialisasi Instruksi Mendagri No 7 tahun 2021 ini dilakukan kepada perangkat desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) hingga Karang Taruna termasuk di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis, 8 April 2021.

Malang, MERDEKANEWS -- Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo rajin turun ke daerah melakukan sosialisasi Instruksi Mendagri No 7 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Sosialisasi Instruksi Mendagri No 7 tahun 2021 ini dilakukan kepada perangkat desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) hingga Karang Taruna termasuk di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis, 8 April 2021.

Yusharto menyebut ada penambahan 5 provinsi di PPKM Mikro Jilid 7 di antaranya Provinsi Papua, Kalimantan Utaram Aceh, Sumatera Selatan, dan Riau. PPKM Mikro jiid 7 sudah merambah 20 Provinsi. Pemberlakuan PPKM Mikro ini berlaku mulai 6 April - 19 April 2021.



“Ada perbedaan antara PPKM jilid 7 dengan PPKM sebelumnya, terutama soal zonasi wilayah covid-19, selain itu, soal cakupan wilayahnya sangat luas. Kali ini beda ya, jika eskalasinya diatas 5 setiap RT, maka masuk kategori zona merah, sedangkan eskalasi antara 3 sampai 5,masuk zona Oranye,” sebut Yusharto.


Dalam peninjauan Posko PPKM Mikro Desa Tunjungtirto, Yusharto menilai apa yang dilakukan pemerintahan desa dan masyarakat Tunjungtirto selangkah lebih maju, karena serius melaksanakan poin-poin yang tertuang di Instruksi Mendagri. Menurut Yusharto, Desa Tunjungtirto dapat menjadi role model penanganan Covid-19 di daerah lain.


“Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan Desa Tunjungtirto zero Covid-19 alias zona hijau, terutama peran PKK yang punya andil besar untuk mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penyebaran virus Covid-19 ditambah sarana ruang isolasi yang representatif dengan mendirikan klinik Tirto Husada di samping Kantor Desa,” kata Yusharto.


Kepala Desa Tunjungtirto Hanik Dwi Martia mengungkapkan dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 di Tunjungtirto, pihaknya menggandeng semua elemen masyarakat yang ada,mulai RT/RW, Linmas, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna dan elemen lainnya. Meski diakui, diawal pandemi, salah satu masyarakat Tunjungtirto menjadi pasien Covid-19 yang berujung kematian, namun saat ini 13 RW dan 60 RT yang ada di Desa Tunjungtirto berada di zona hijau covid-19.


“Desa kami berada di batas pedesaan dan perkotaan, ditambah banyak masyarakat Tunjungtirto yang punya kepedulian besar terhadap penanganan maupun pencegahan pandemi Covid-19,” ungkap Hanik.


Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, keberhasilan PPKM di Desa Tunjungtirto, karena kepedulian masyarakat. Covid-19 harus diselesaikan secara bersama bukan pribadi.


“Bagaimana keberhasilan PPKM itu adalah sebenarnya kepedulian dari masyarakat sekitar. Covid-19 tidak boleh menjadi bagian problem secara pribadi tapi harus diselesaikan secara bersama-sama masyarakat dan aparat terkait,” jelas Didik.


Menurut Didik, penurunan Covid-19 karena dukungan semua pihak. Pemberlakukan PPKM Mikro sangat berandil besar terhadap penurunan angka penyebaran Covid-19.


“Dari kurang lebih 15.000 RT, sampai hari ini tersisa 89 RT yang  zona kuning, mudah-mudahan dengan Inmendagri yang baru kalaupun ada pembengkakan itu ada aturan kita sedang berusaha semaksimal mungkin. Bagaimana gerakan dan partisipasi masyarakat harus ditekan agar perkembangan Covid-19 ini segera berhenti dan tentunya warga masyarakat segera beraktifitas normal,” terang Didik.

(Hadi Siswo)