merdekanews.co
Senin, 30 Oktober 2017 - 16:33 WIB

Jangan Lupa, Siapkan Kartu Tol untuk Transaksi Non-Tunai Besok

setyaki purnomo - merdekanews.co
Transaksi Non-Tunai di Gerbang Tol Mulai Selasa (31/10/2017)

Jakarta, MerdekaNwes - Mulai besok (Selasa, 31/10/2017), transaksi di pintu tol seluruh Indonesia,  wajib menggunakan sistem non-tunai. Lalu bagaimana kesiapan dari operator jalan tol?

Ternyata, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan guna merealisasikan kelancaran Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) itu. Pengamat Transportasi UI, Elen Tangkudung, menerangkan, setidaknya ada tiga hal yang masih menjadi hambatan bagi pengguna kartu elektronik di jalan tol.

Pertama adalah kesiapan infrastruktur, Elen mengatakan dalam melakukan transaksi elektronik di jalan tol kerap kali terjadi kegagalan dalam melakukan tapping. "Dulu sering sekali ada permasalahan di pintu tol tapping dan On Board Unit (OBU) sehingga harus ada bantuan dari petugas," jelas Elen dalam diskusi dalam  Forum Merdeka Barat, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Selain itu, kata Elen, masyarakat juga harus siap dengan kultur baru ini. Dalam hal ini, perlu proses kendati melakukan transaksi dengan menggunakan kartu bukan lagi hal yang baru dan sesuatu yang dipaksakan. "Memang hal ini bukan hal baru tetapi mungkin ada beberapa masyarakat yang melihat hal itu sebagai suatu halangan," tuturnya.

Elen menyarankan, meski mulai besok elektronifikasi di jalan tol sudah berlaku 100%, namun pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), tetap harus menyediakan petugas di pintu tol. "Harus tetap ada petugas begitu ada kemacetan," ucapnya.

Sebab, lanjut Elen, kesiapan masyarakat memang belum 100% sehingga bisa membantu ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terkait kultur baru yang harus diterapkan oleh masyarakat.
    (setyaki purnomo)






  • Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Wahidin Halim sangat mendukung upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang telah menetapkan ES sebagai tersangka atas kasus pemotongan dana hibah bagi Pondok Pesantren di Banten yang nilanya mencapai Rp117 Miliar.