merdekanews.co
Kamis, 28 Desember 2017 - 00:59 WIB

Kemesraan Dibalas Talak, Demiz Tunangan Dengan Demul Sambil Makan Bebek

Khairi Ataya - merdekanews.co
Demiz dan Demul bertemu di restoran bebek di Bandung.

Bandung, MERDEKANEWS - Peta politik Jabar terus beruba-ubah. Setelah dicerai PKS dan PAN, Deddy Mizwar (Demiz) langsung bertunangan.

Adalah Dedi Mulyadi alias Demul yang menyatakan ikrar akan menikah di Pilkada Jabar. Bergaya ala koboi, Demiz-Demul ngobrol sambil makan bebek.

Alhasil keduanya sepakat akan daftar ke KPU pada 9 Januari 2018. Demul yang juga Ketua DPD Golkar Jabar mengaku sudah punya chemistry dengan Demiz.

"Insyallah siap tanggal 9 Januari kita daftar ke KPU," kata Demul saat mengumumkan koalisi di Bebek Kaleyo, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (27/12/2017).

Dedi mengaku chemistry dengan Deddy Mizwar lantaran keputusan koalisi itu berlangsung cepat. Hanya satu jam setelah Dedi Mulyadi mendapatkan SK penugasan dari Golkar, dia langsung mendapatkan Deddy Mizwar sebagai mitra koalisi.

"Komunikasi dengan Demiz punya garis kesepamahan dan kecepatan waktu mengambil keputusan. Karena waktu semakin mepet jelang pendaftaran. Ini dibuktikan, hanya satu jam langsung sepakat bersama," tuturnya.

Meski begitu, Bupati Purwakarta ini mengaku tidak akan mempermasalahkan siapa yang menjadi cagub atau cawagub. Sebab, keduanya sepakat mengabdikan diri untuk kemajuan Jabar.

"Siapa pun cagub dan cawagubnya tetap DM. Kan nanti kalau sudah menjabat harus bersama-sama bekerja membangun Jabar," kata Dedi.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Demokrat Jabar Irfan Suryanagara mengatakan akan segera melaporkan kesepakatan yang terbangun dengan Golkar kepada DPP. "Kami akan segera laporkan kesepakatan yang terjalin saat ini dengan Golkar," kata Irfan.

Kemesraan Dan Talak

Dalam politik tidak ada kemesraan yang abadi. Buktinya, Deddy Mizwar alias Demiz harus menelan pil phait dicerai PKS dan PAN.

Walau dicerai, Demiz tetap santai. Diketetahui, Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman langsung menghubungi Deddy Mizwar, begitu partainya mengambil keputusan untuk Pilkada Jawa Barat.

PKS bersama Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Syaikhu.

"Saya juga telepon langsung Pak Demiz (Deddy Mizwar) dan Pak Syaikhu. Pak Demiz saya telepon dan saya sampaikan juga keputusan PKS terkait pilihan kami kepada Pak Sudrajat dan Pak Syaikhu," ujar Sohibul dalam konferensi pers di kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Sohibul merasa lega dengan jawaban Deddy yang menyikapi dengan sangat dewasa dan pengertian bahwa politik sangat dinamis.

Deddy menurutnya juga memahami bahwa setiap parpol memiliki kalkulasi masing-masing dalam menentukan pilihan.
Meski begitu, Sohibul meyakini hubungannya dengan Deddy tetap terjalin dengan baik. Bahkan keduanya berencana melanjutkan kebiasaan ngopi bersama.

"Saya kira ini sikap yang sangat dewasa dalam berpolitik karena memang politik, faktor atau variabelnya sangat banyak sehingga memang pada akhirnya keputusan akhir setiap partai ditentukan lembaga tinggi partai tersebut," ucap Sohibul.

Gerindra, PAN dan PKS resmi mendukung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Muhammad Syaikhu untuk Pilkada Jawa Barat 2018.

  (Khairi Ataya)






  • INSIS: PKS Juara Publikasi Tapi Golkar yang Kuasai Isu INSIS: PKS Juara Publikasi Tapi Golkar yang Kuasai Isu Citra dan kinerja komunikasi politik sebuah partai politik diukur dari frekuensi dan intensitas kemunculan para politikus dalam pemberitaan di media massa. Semakin sering muncul, memanfaatkan, dan menciptakan sebuah isu atau tema publikasi maka sebuah partai politik mampu dikatakan mengkapitalisasi ruang publikasi yang tersedia di media massa.


  • Fahri Hamzah Menang Banyak, PKS Bakal Bangkrut Fahri Hamzah Menang Banyak, PKS Bakal Bangkrut PKS bisa bangkrut. Presiden PKS Sohibul Iman wajib membayar uang ganti rugi.  Salinan putusan PN Jaksel sudah keluar. Hasilnya, Fahri menang gugatan dan PKS wajib membayar Rp30 miliar.