merdekanews.co
Kamis, 03 Januari 2019 - 15:13 WIB

Debat Capres Bermutu Akan Dongkrak Tingkat Partisipasi Pemilih

Hadi Siswo - merdekanews.co

Jakarta, MERDEKANEWS — Sekitar dua minggu lagi, tepat 17 Januari 2019, rangkaian Debat Publik Calon Presiden (Capres)/Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagai salah satu agenda wajib dari tahapan pemilihan presiden (pilpres), bagi KPU debat publik adalah puncak sosialisasi untuk menggerakkan hati rakyat Indonesia agar menunaikan hak pilihnya. 

Sementara bagi kedua pasang calon, debat publik adalah kesempatan ‘emas’ untuk meyakinkan publik bahwa merekalah yang paling layak memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

“Saya meyakini, jika debat publik capres bermutu dan berkualitas baik dari sisi teknis maupun substansi, akan mampu mendongkrak tingkat partisipasi pemilih Pemilu 2019. Oleh karena itu, semua sisi yang disajikan dalam debat harus bermutu dan berkualitas, mulai dari format debat, kedalaman materi dan pertanyaan, dan kemampuan kedua pasang calon mengomunikasikan visi misi dan menjawab berbagai pertanyaan,” ujar Anggota DPD RI Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (3/1).

Fahira mengungkapkan, secara sederhana saat ini ada tiga tipikal pemilih. Pertama mereka yang sudah pasti menunaikan hak pilihnya dan sudah menentukan pasangan calon yang akan dicoblos. Kedua, mereka yang berniat menunaikan hak pilih tetapi belum menentukan pasangan calon atau yang sudah memiliki pilihan tapi masih mempertimbangkan beberapa hal (calon pemilih tidak loyal/swing voter’s). Dan ketiga, mereka yang sudah memutuskan tidak akan menunaikan hak pilihnya pada Pemilu 2019 dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Menurut Fahira, jika dalam debat publik nanti, tema dan materi yang disajikan tajam, mendalam dan menyentuh persoalan rakyat, kemudian ditambah kemampuan mumpuni kedua pasangan calon menyelami persoalan dan memberikan jawaban yang bernas dan solutif, kemungkinan besar bisa membuat mereka yang sudah menentukan sikap tidak akan mencoblos, mengubah pandangan dan memutuskan untuk ke TPS menunaikan hak pilihnya.  

Tidak hanya itu, capres/cawapres yang mampu tampil prima dalam debat sangat mungkin mampu meraup suara swing voter’s yang berdasarkan beberapa survei persentasenya sangat signifikan dari total jumlah pemilih.

“Makanya debat pilpres nanti harus didesain sedemikian rupa agar menyentuh semua persoalan pelik yang sehari-hari dihadapi rakyat dan ‘memaksa’ pasangan calon memberikan jawaban yang bernas, dapat dipercaya, dan solutif. Saya berharap sebagai penyelenggara, KPU tidak hanya menjadikan debat publik ini sebagai pendidikan politik, tetapi juga memanfaatkannya untuk mendongkrak tingkat partisipasi Pemilu 2019,” pungkas Fahira Idris yang mencalonkan diri kembali sebagai Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta pada Pemilu 2019 ini.

Sebagai informasi, pada Pemilu Legislatif 2014 tingkat partisipasi pemilih berada di angka 75,11 persen, sedangkan untuk Pilpres 2014 hanya berada di angka 70 persen saja. Sementara, pada Pemilu 2019 ini, KPU menargetkan jumlah partisipasi pemilih mencapai 77,5 persen.  (Hadi Siswo)






  • Fahira Idris: Alumninya Saling Dukung, Kampus Diminta Berani Gelar Debat Capres Fahira Idris: Alumninya Saling Dukung, Kampus Diminta Berani Gelar Debat Capres Belakangan ini marak dukungan dan deklarasi berbagai kelompok atau komunitas alumni universitas atau perguruan tinggi ternama kepada Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) untuk Pemilu 2019. Bahkan tidak jarang kelompok atau komunitas alumni dari satu kampus yang sama tetapi punya pilihan capres/cawapres yang berbeda.


  • Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres Dari lima tema besar Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019 tidak ada satupun yang tegas akan membahas persoalan atau isu perempuan dan anak. Padahal bagi negara seperti Indonesia, pemberdayaan perempuan dan anak adalah bagian integral atau tidak terpisahkan dari program pembangunan nasional.


  • Fahira: Pertanyaan Debat Pilpres Dibocorkan, Masa Kalah dengan Cerdas Cermat Fahira: Pertanyaan Debat Pilpres Dibocorkan, Masa Kalah dengan Cerdas Cermat Setelah penyampaian Visi Misi Pasangan Calon (Paslon) Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 yang sedianya digelar pada 9 Januari 2019 dibatalkan karena keengganan salah satu pasangan calon menyampaikan visi misinya secara langsung, kini keinginan publik agar disugukan perdebatan dan diskursus pilpres yang menarik, otentik, dan sehat, kembali diuji.


  • Setjen DPD RI Salurkan Bantuan Kepada Korban Tsunami di Banten Setjen DPD RI Salurkan Bantuan Kepada Korban Tsunami di Banten Sekretariat Jenderal (Setjen) DPD RI menyalurkan bantuan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda. Setelah sebelumnya Anggota DPD RI telah menyalurkan bantuan, kali ini Korpri dan Komunitas Pengendara Motor Setjen DPD RI hari ini (4/1) menyalurkan berbagai barang-barang yang dibutuhkan oleh korban bencana Tsunami.