merdekanews.co
Rabu, 26 Desember 2018 - 00:07 WIB

Ancol Kalah Ramai Dari Ragunan dan Monas, Benarkah Warga Parno Tsunami?

Khairi AA - merdekanews.co
Monas masih terlihat ramai walaupun sudah malam.

Jakarta, MERDEKANEWS - Libur Natal menjadi momentum bersama keluarga. Beberapa tempat wisata di Jakarta terlihat padat dan ramai.

Dari pantauan sejak siang tanggal 25 Desember 2018 hingga malam hari, beberapa lokasi wisata ramai. Di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, ribuan pengunjung sudah memadati area antrean karcis.

Bahkan, pihak pengelola Ragunan mengklaim lonjakan pengunjung naik 225 persen dari tahun lalu. Kenaikan pengunjung terlihat dari ruas jalan menuju Ragunan yang sudah macet sejak jam 8 pagi.

Begitu juga di Monas, Jakarta Pusat. Warga memilih Monas selain murah meriah, juga aman dari ancaman tsunami. "Kalau sinikan aman dari tsunami. Murah meriah lah," terang Hamdani Ali, warga Pulogadung, Jaktim seperti dikutip www.radarnonstop.co

Antrean pengunjung juga terlihat di lift pintu masuk menuju menara atas. Di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII) juga dipadati pengunjung.

Pada libur Natal Selasa (25/12/2018) tercatat sebanyak 47.516 mendatangi kawasan wisata TMII. "Alhamduliah hari ini data terakhir pukul 14.00 WIB sudah ada 47.000 pengujung yang masuk ke TMII," kata Ketua Panitia Pekan Natal dan Tahun Baru TMII, Diono, Selasa (25/12/2018).

Diono mengatakan bahwa jumlah tersebut cenderung meningkat dibandingkan pada tahun lalu. "Kami ini parno lihat tsunami. Biasanya kami ke Ancol," ungkap Arief Rifan (40) warga BSD, Serpong, Tangerang, Banten.

Sementara di Pantai Ancol, pengunjung tidak terlalu ramai. Biasanya, Ancol selalu ramai bahkan pengunjung sulit untuk berenang di laut yang dikelola perusahaan BUMD milik DKI Jakarta itu.

"Ya saya di sini tidak lama mas. Habisnya anak saya diajak ke Ragunan dan Monas gak mau, jadi terpaksa ke Ancol. Padahal saya dag, dig dug juga," ungkap Kasdul Kadir (39) warga Bogor, Jawa Barat.

Seperti diberitakan insiden tsunami di Banten-Lampung membuat warga parno berlibur ke pantai. Apalagi, ada himbauan BMKG dan Wapres Jusuf Kalla pasca tsunami agar warga tidak mendekat di pantai.

"Walaupun terjadi di Banten tapi kan kami khawatir. Lebih baik cari aman lah," terang Isna Nur (29) warga Depok, Jawa Barat.

Seperti diberitakan, pihak Ancol menyatakan kalau pantai di Jakarta dinyatakan aman. Karena Selat Sunda dan Ancol berbeda dan jaraknya jauh.

Tak Ada Deteksi

Warga yang hendak menghabiskan malam tahun baru di Ancol harap waspada. Soalnya, hingga saat ini, salah tempat wisata kebanggaan warga Jakarta itu belum memiliki alat deteksi Tsunami.

Demikian diungkapkan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, Selasa (25/12/2018).

“Ancol itu belum punya alat deteksi tsunami yang di tanam ke laut. Mestinya Ancol memiliki alat deteksi tsunami,” ujar politisi Partai Demokrat DKI Jakarta ini.

Walaupun kata Afni, saat ini Ancol sedang membangun tanggul raksasa (Sheetpile) dan pengurukan pasir di pesisir pantainya dengan tujuan keamanan dari becana tsunami.

Akan tetapi, tanpa alat deteksi tsunami yang ditanam di laut, sistem keamanan bencana Ancol dinilai masih lemah.
“Ancol itu kan sudah setara dengan BUMN, dan merupakan penghasil PAD kedua terbesar setelah Bank DKI. Mestinya Ancol harus punya alat seperti itu,” harapnya.

Sebelumnya, Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ) mengatajan, wajar jika sebagian warga parno akan tragedi tsunami di Banten dan Lampung.

Karena insiden tsunami itu fenomena baru. Artinya tidak ada gempa sebelum tsunami. Ombak besar itu datang tiba-tiba dan merenggut banyak korban.

"Walau jauh dari Ancol, tapi hingga saat ini belum ada antisipasi Ancol jika air laut pasang," terang Ahmad J Lubis dari FDJJ kepada Radar Nonstop.

Ancol kata Ahmad tidak pernah mempublikasikan pengamanan jika terjadi tsunami. Apakah di sana ada alat pendeteksi tsunami kan belum jelas juga.

"Lalu bagaimana keamanan pengunjung. Kan harus diperhatikan dong. Saya harap Ancol jangan hanya mengambil keuntungan semata doang. Jangan ada kesan Ancol mengabaikan pengunjung," ungkap wartawan senior yang biasa liputan di Balaikota dan DPRD DKI Jakarta ini.

Ancol kata dia, jangan hanya mengklaim aman tapi tidak ada metode soal pengamanan pengunjung jika terjadi air pasang laut. "Kan himbauan jangan lewat batas aman itu standar. Semua pantai di Indonesia juga ada, lah ini bayar mahal tapi tidak ada sistem pengamanan yang jelas," ungkap Ahmad.

Sementara pihak Ancol mengklaim tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten dan Lampung tidak mempengaruhi gelombang air laut di Pantai Ancol, Jakarta Utara.

  (Khairi AA)






  • Gara-gara Delpin, Ribuan Suara Jokowi Melayang Gara-gara Delpin, Ribuan Suara Jokowi Melayang Kisruh di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Ini terlihat dari pernyataan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, Reri Rudianto.


  • Memperkenalkan Kriptografi Kuantum: Apa, Kapan dan Bagaimana? Memperkenalkan Kriptografi Kuantum: Apa, Kapan dan Bagaimana? Para pengambil keputusan TI terbukti jelas telah mengenali tantangan ini, dengan penelitian terbaru dari Toshiba mengungkapkan bahwa, untuk lebih dari setengah (52%) bisnis di Eropa, keamanan data adalah prioritas investasi tiga besar untuk tahun mendatang