merdekanews.co
Minggu, 19 Juni 2022 - 07:49 WIB

DLJLAZ Gelar Meet & Greet untuk 100 Disabilitas Netra se-Jabodetabek

Yani - merdekanews.co
Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) pada hari Sabtu (18/6/2022)  di Aula Masjid Al-Mubarok TQN Center, Rawamangun, Jakarta Timur gelar acara Meet & Greet bersama 100 orang disabilitas netra (distra) se-Jabodetabek yang merupakan para penghafal Al-Qur'an binaan Yayasan HATAM.

Jakarta, MERDEKANEWS -- Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) pada hari Sabtu (18/6/2022)  di Aula Masjid Al-Mubarok TQN Center, Rawamangun, Jakarta Timur gelar acara Meet & Greet bersama 100 orang disabilitas netra (distra) se-Jabodetabek yang merupakan para penghafal Al-Qur'an binaan Yayasan HATAM.

“Efek pandemi tidak menyurutkan para distra untuk terus menghafal ayat-ayat Al-Qur’an di tengah kesulitan ekonomi dan pangan. Tak dipungkiri, pandemi telah berhasil menghilangkan jumlah pasien mereka yang mayoritas adalah tukang pijat. Kini, pandemi telah berangsur menghilang; namun pasien yang dulu tak kunjung datang. Semula puluhan pasien berdatangan setiap harinya, kini satu dua pasien pun dalam seminggu belum tentu datang. Hal ini, tentu membuat ekonomi distra terpuruk. Karenanya,DLJLAZ dibantu dengan Hafal Tanpa Menghafalkan atau HATAM dan para donatur  menginisiasi untuk gelar meet and greet sebagai kunci menuju solusi distra berdaya. Distra dipertemukan dengan para donatur yang peduli bahwa memberi kail jauh lebih baik dari memberi ikan bagi para distra,” ujar Ketua DLJLAZ, Dewi Rahmayanti, dalam siaran persnya.

Menurut Dewi Rahmayanti, selama ini, untuk menutupi kebutuhan harian, para distra beralih profesi menjadi tukang kerupuk dan pengamen jalanan. Namun tantangannya tak mudah mereka lewati, banyak yang kena tipu, dipalak preman, keserempet mobil, dan tak sedikit yang malah kecebur got. Bantuan memang sering datang berupa pangan berwujud sembako. Mereka sangat bersyukur akan hal itu, namun biaya listrik, sewa kontrakan rumah, gas, dan kebutuhan lainnya banyak yang tak tercukupi. Terpaksa di antara para distra banyak yang diusir dari rumah kontrakannya karena sudah tak sanggup bayar.

“Karenanya, DLAJLAZ terpanggil untuk mengatasi persoalan ekonomi para distra ini, melalui kegiatan Meet & Greet dan kegiatan-kegiatan lainnya di kemudian hari, walau memang belum dapat menuntaskan semua, namun berbuat sekecil apapun sangat berarti buat para distra,” ujar Dewi Rahmayanti.

Dalam acara Meet & Greet ini, para distra  melakukan Setoran hafalan Al-Qur’an, ada yang sudah hafal 15 juz dan ada pula yang sudah hafal 30 juz, serta menampilkan berbagai kesenian. Mereka membuktikan bahwa hasil binaan dari HATAM berupa menghafal Al-Qur`an telah sungguh-sungguh dilakukan dan menunjukkan bahwa potensi distra tak kalah dari orang awas. Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran da’i nasional dan artis Ibu Kota, yaitu Ust. Abdul Latif dan Cici Paramida, serta didukung oleh berbagai  pihak, yaitu DPF, BMT Nasuha, LDTQN Prov DKI Jakarta dan TQN News.

(Yani)





  • JIC dan FT-UMJ  Gelar Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Masjid JIC dan FT-UMJ  Gelar Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Masjid Subdivisi Ekonomi Syariah bekerjasama dengan Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyelenggarakan Program Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Masjid Pembuatan Handsanitizer & Sabun Cuci Piring, di Jakarta Islamic Centre (23/4/2022).


  • Birena Support Penuh Kegiatan Remaja Masjid JIC Birena Support Penuh Kegiatan Remaja Masjid JIC Kepala Subdivisi Pembinaan Remaja dan Anak (Birena) ustdz Fathi Ihsan, S.Kom.I, pada hari Sabtu (12/2) mengatakan sangat mendukung penuh acara Kajian Remaja Islam (Karim) yang diselenggarakan oleh Majelis Remaja dan Pemuda Islam (Madaris) Jakarta Islamic Center.


  • Menkopolhukam: Kita Harus Terima Kasih Kepada Para Ulama Menkopolhukam: Kita Harus Terima Kasih Kepada Para Ulama Menkopolhukam Prof Mahfud MD mengatakan kita harus bersyukur kepada Allah karena dulu Allah telah memberi taufik dan hidayah kepada bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, terutama kepada para ulama yang memimpin umat islam Indonesia untuk mendirikan negara, Negara Republik Indonesia.