merdekanews.co
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 07:39 WIB

Nurbaya Beberkan Keberhasilannya Cegah Asap Karhutla Selama Dua Tahun

Muh - merdekanews.co
Menteri LHK, Siti Nurbaya

MERDEKANEWS -Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah dalam pertemuan COP-16 ASEAN Agreement On Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang digelar secara virtual di Jakarta, Jumat (22/10).

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan beberapa keberhasilan Indonesia dalam penanganan  kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua tahun berturut-turut.

“Banyak pihak memprediksi tentang bencana ganda di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021. Kita sangat bersyukur, doa dan kerja keras kita dikabulkan oleh Tuhan. Fakta yang terjadi justru sebaliknya, Indonesia bebas asap Karhutla selama dua tahun pandemi,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data dan tren yang didapatkan dari pengecekan lapangan dan pemantauan satelit selama hampir 10 bulan terakhir, serta prediksi hingga akhir bulan ini, Indonesia telah dapat memastikan bebas dari duet bencana tahun ini.

“Hal ini juga mematahkan banyak prediksi yang mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami duet bencana pada tahun lalu dan tahun ini,” tegas Siti.

Berdasarkan data monitoring hotspot dari satelit Terra/Aqua LAPAN sejak tanggal 1 Januari 2021 hingga 20 Oktober 2021 Pukul 07.00 WIB dengan tingkat keyakinan (Confidence Level ≥ 80 persen), tercatat jumlah hotspot sebanyak 1.296 titik. 

Sedangkan periode di tahun 2020 tercatat sebanyak 2.665 titik hotspot. Artinya, terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.369 titik atau turun 51,37 persen.

“Hingga akhir bulan ini, terutama di Sumatera dan Kalimantan yang merupakan titik utama penerapan solusi permanen dalam pencegahan Karhutla, menunjukkan secara umum berada dalam kondisi basah. Meski begitu, semua elemen dan sumber daya di lapangan terus tetap siaga,” kata Siti .

Dalam forum ini, Eks Sekjen DPD RI ini kembali menegaskan, salah satu syarat utama untuk mencapai tujuan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yaitu fokus pada pencegahan. 

Melalui perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas ini, Indonesia telah meningkatkan upayanya dalam pencegahan karhutla melalui serangkaian pedoman, kerja sama, peningkatan kapasitas dan upaya lainnya.

Dihadapan para peserta, Menteri dari Partai NasDem ini menegaskan, komitmen Indonesia untuk mencegah karhutla melalui serangkaian kebijakan, tindakan korektif, dan aksi di lapangan.

Aksi tersebut,  yaitu pengelolaan ekosistem gambut, peringatan dini dan deteksi dini, patroli terpadu, pelibatan masyarakat (Masyarakat Peduli Api), modifikasi cuaca, pemadaman udara dan penegakan hukum. 

Selain itu, upaya Indonesia dalam AATHP juga berkontribusi pada pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). 

Terkait dengan masalah ini, Menteri LHK dua periode ini menginformasikan inisiatif baru Indonesia yang sejalan dengan AATHP yang disebut FOLU Netsink 2030. 

Dokumen ini akan digunakan sebagai pedoman, untuk mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor hutan dan lahan yang mencakup lahan emisi GRK dan/ atau kebakaran hutan.

Di akhir pertemuan, para delegasi sepakat untuk memperkuat kewaspadaan, mengutamakan langkah-langkah pencegahan, dan melakukan pemadaman kebakaran segera untuk mengurangi karhutla dan meminimalkan terjadinya kabut lintas batas selama periode cuaca kering. 

Kemudian, strategi pengelolaan lahan gambut berkelanjutan akan terus ditingkatkan, dalam mengatasi salah satu akar penyebab polusi asap lintas batas.

Pertemuan juga mencatat kemajuan dalam finalisasi pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) di Indonesia. 

Pembentukan dan operasionalisasi ACC THPC ini dapat memperkuat implementasi yang lebih cepat dan efektif dari semua aspek Perjanjian Bebas Kabut Asap.

Terakhir, para delegasi yang hadir sepakat untuk mempertimbangkan indikator bersama untuk 20 persen resusitasi hotspot ASEAN untuk tahun depan dan peta jalan bebas kabut asap yang baru.

Tahun ini, Indonesia berperan sebagai tuan rumah forum yang diikuti Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN.  (Muh)






  • Izin Konsesi Sawit Di Papua  Dikeluarkan Menteri Kaban Izin Konsesi Sawit Di Papua Dikeluarkan Menteri Kaban Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan kepada publik bahwa dua foto satelit NASA (National Aeronautics and Space Administration) tahun 2001 dan 2019 yang diberitakan oleh berbagai media massa merupakan konsesi sawit PT Dongin Prabhawa di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.