merdekanews.co
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:36 WIB

Jadi Duta Peternak Milenial, Jenita Janet Diharapkan Picu Anak Muda Terjun Di Sektor Pertanian

Deka - merdekanews.co
Jenita Janet didapuk menjadi “Duta Peternak Milenial” saat bertemu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Lingkup Kementan Tahun 2021.

Jakarta, MERDEKANEWS -- Pelantun lagu Direject Aja, Jenita Janet didapuk menjadi “Duta Peternak Milenial” saat bertemu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Lingkup Kementan Tahun 2021.

“Mimpi saya dari dulu memang berkecimpung di dunia pertanian, Alhamdulillah saya sekarang punya peternakan sapi, walaupun baru hanya 50 ekor pak” ungkap Jenita yang  bernama asli Jeni Juliana dihadapan Menteri Pertanian.

Wanita yang akrab disapa Jenita ini melanjutkan dirinya memiliki ketertarikan terhadap potensi alam yang dimiliki Indonesia, khususnya di bidang pertanian.

“Senang bisa bertemu dengan keluarga besar Kementerian Pertanian, saya berharap peternakan ini bisa berkembang jadi tempat para peternak lainnya untuk mengembangkan usahanya, di sekitaran peternakan saya juga ditanami palawija Pak, jadi bisa dimanfaatkan untuk bumbu - bumbu masakan” jelas Jenita.

Mendengar ketertarikan Jenita terhadap dunia pertanian, Mentan SYL sontak mengapresiasnya dengan menobatkan Jenita sebagai Duta Peternak Milenial. Ia berharap penetapan publik figur seperti Jenita dapat memicu generasi muda di Indonesia untuk tertarik dan turut membangun dunia pertanian.

“Kementan siap support, harapannya peternakan yang dibangun ini dapat membentuk skala ekonomi yang lebih luas” ungkap pria yang kerap disapa SYL ini.

Usai penetapannya sebagai Duta Peternak Milenial, Penyanyi dangdut asal Garut ini tancap gas bertemu dengan Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dibilangan Jakarta Selatan, dalam pertemuan tersebut Jenita berharap agar peternakan miliknya dapat berkembang dan mendukung program swasembada daging sapi di Indonesia.

“Ternyata banyak peluang bagi para milenial untuk berkembang, mindsetnya harus dirubah, jadi grow mindset, jadi harus tetap tumbuh, dan salah satu tempat bermain baru saya sekarang adalah dipeternakan, banyak hal baru, banyak hal unik yang bisa saya dapatkan disana” jelas Jenita.

Menanggapi kegigihan Jenita mengembangkan usaha ternaknya, Dirjen PKH, Nasrullah berharap posisi Jenita turut berperan mengkampanyekan asiknya terjun ke dunia peternakan bagi para milenial.

“Diam diam Jenita ini sudah punya peternakan di kampung halamannya, jadi kami harap, Jenita ini bisa menjadi public figur yang menginpirasi para milenial, minimal fansnya, untuk bisa berkontribusi  bersama - sama dalam menyediakan dan pengembangkan pangan khususnya protein hewani untuk masyarakat Indonesia” beber Nasrulah.

Beberapa waktu lalu, ramai diberitakan Jenita Janet mendapat kejutan dari sang suami, Danu Sofwan. Pedangdut itu mendapat peternakan sapi. Kejutan itu bahkan membuat Janet menangis tersedu.

Memiliki peternakan sapi memang menjadi salah satu impian Janet. Hal ini lantaran dulu saat masih merintis karier sebagai penyanyi ia pernah gagal membeli sapi untuk kurban karena masalah ekonomi.

(Deka)





  • Bapanas Hanya Replika BKP Kementan Bapanas Hanya Replika BKP Kementan Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai kehadiran Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak akan memiliki penguatan fungsi apapun terhadap jalanya pembangunan sektor pertanian ke depan.


  • Indef: Pengambilan BKP ke Bapanas Akan Timbulkan Polemik Baru Indef: Pengambilan BKP ke Bapanas Akan Timbulkan Polemik Baru Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengatakan bahwa pengambilalihan Badan Ketahanan Pangan (BKP Kementan) ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) hanya akan menimbulkan polemik baru dengan semua kebijakanya yang akan tumpang tindih.


  • Luar Biasa, Indonesia Bisa Panen Padi 4 Kali Setahun Luar Biasa, Indonesia Bisa Panen Padi 4 Kali Setahun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen padi di Desa Tegalsari, Kecamatam Weru, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (12/10/2021) guna memastikan Indonesia bisa melakukan pertanaman hingga panen padi 4 kali setahun.