merdekanews.co
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:28 WIB

Menteri LHK Berikan Solusi Persoalan Sampah Di Mojokerto

Muh - merdekanews.co
Menteri LHK, Siti Nurbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (26/2).

MERDEKANEWS -Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),  Siti Nurbaya akan membangun fasilitas pusat daur ulang di Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 

Fasilitas daur ulang ini merupakan solusi untuk menangani persoalan sampah agar masyarakat tetap produktif.

"Saya sudah melihat kondisinya di lapangan. KLHK segera konsolidasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan, khususnya di bidang LHK. Akan terus kita intensifkan agar masyarakat dapat bangkit perekonomiannya," kata Siti di Jakarta, Sabtu, (27/2) .

Beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan segera adalah menyiapkan fasilitas pusat daur ulang yang akan menyerap tenaga kerja dan menyiapkan masyarakat membangun bank sampah bagi sekitar 800 hingga 1.000 kepala keluarga.

“Saya minta Dirjen  kaji bersama akademisi mungkin perlu dibangun 3 sampai 4 unit bank sampah.  Juga budidaya magot. Segera saja pekan depan Ibu Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati, bicara dengan pak Kades untuk bisa menyertakan pelatihan virtual yang akan dilaksanakan pekan depan. Kita harus bekerja cepat untuk masyarakat, sesuai arahan Presiden Jokowi,“ tutur Siti. 

Menteri Siti juga melakukan observasi wilayah untuk pengembangan usaha produktif masyarakat yang lainnya, seperti ekowisata fishing farm, budidaya ikan lele, dan lain-lain. 

Lokasi desa ini sangat strategis  dan bisa menjadi Desa Pusat Pertumbuhan, karena di wilayah kota atau urbanized rural.

“Saya minta Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto pada konteks  kemitraan lingkungan juga bisa mengambil peran dukungan fasiltasi.  Saya juga minta Dirjen PSLB3  untuk coba   dilihat  peluang orporate Social Responsibility (CSR). Karena kata Siti, desa ini  lokasi nya di tepi kota maka. Tentu  nanti juga dibarengi penghijauan tanaman pohon yang bermanfaat,” jelasnya. 

Siapkan Lahan

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Bangun, Dedik Isharianto menyambut baik dan mendukung langkah-langkah yang akan diambil. 

Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan tanah bengkok desa untuk pengembangan kegiatan produktif masyarakat.

Dedik menyampaikan, di wilayahnya hanya pengepul yang masih beroperasi sampah dari lokal, sebanyak 6 pengepul sampah plastik dan 3 pengepul kertas dan kardus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Siti mengatakan, kebijakan Presiden Jokowi untuk kesejahteraan masyarakat semakin kuat dan jelas, melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kegiatan masyarakat dimudahkan, seperti pendirian koperasi, jadi tidak hanya untuk dunia usaha. Pemerintah juga mempunyai kebijakan khusus untuk pembangunan desa.

"Dari Desa Bangun ini, kita dapat memetik pelajaran yang menguatkan kebijakan nasional bahwa sampah harus menjadi bahan baku yang bernilai," tegas Siti.

Pada kunjungan kerjanya, Menteri Siti didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto, Staf Khusus Menteri LHK, Penasihat Senior Menteri LHK, Direktur Pengelolaan Sampah, dan pimpinan UPT KLHK Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir Plh. Bupati Mojokerto, Forpika Mojokerto, dan perangkat desa. Setelah dari Desa Bangun, Menteri Siti juga melakukan kunjungan lapangan ke situs arkeologis dan antropologis Trowulan dan Kumitir di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.  (Muh)