merdekanews.co
Kamis, 27 Februari 2020 - 11:39 WIB

Kasus Pertengkaran Erlina dan Yenny Siapa yang Benar dan Salah Akhirnya Terbukti

Kasasi Jaksa Ditolak MA

Gaoza - merdekanews.co
Pengacara Leo saat diwawancarai terkait kasus konflik Erlina Sukiman dan Yenny Susanti

Jakarta, MERDEKANEWS --  Siapa yang benar dan salah dalam kasus keributan bertetangga antara Erlina Sukiman dan Yenny Susanti, akhirnya terbukti. Kasasi yang diajukan Jaksa dengan termohon Erlina Sukiman, ditolak. Dengan demikian Erlina bebas murni.


Penolakan Kasasi yang diajukan Jaksa terlihat di papan pengumuman layar digital Mahkamah Agung. Perkaranya teregister dengan No: 88 K/PID/2020. "Perkaranya diputus pada 13 Februari kemarin," ucap Leo Famli, SH, kuasa hukum Erlina kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).


Putusan penolakan Kasasi yang diajukan Jaksa dalam kasus ini disampaikan Leo sekaligus memperkuat argumentasi secara hukum siapa yang benar dan siapa yang salah terhadap konflik bertetangga antara Yenny Susanty dengan Erlina Sukiman dan ibunya Nurhayati yang berujung saling lapor melapor ke polisi dan berakhir di meja hijau. 


Erlina dan ibunya Nurhayati dipolisikan oleh Yenny dengan tuduhan melakukan pengeroyokan. Sedangkan Erlina mengadukan Yenny dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Kedua belah pihak kemudian berperkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.


Dalam perkara Erlina dan Nurhayati, Ketua Majelis Hakim Erwin Djong membebaskan kedua terdakwa dengan putusan bebas. "Menyatakan terdakwa I Erlina Sukiman dan terdakwa II Nurhayati, tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum," ucap Ketua Majelis Hakim Erwin Djong yang memimpin jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (29/10/2019).


Adapun dalam perkara Yenny Susanti, terdakwa dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim dengan hukuman percobaan 4 bulan. "Bahkan putusan banding atas kasus ini menguatkan putusan sebelumnya," jelas Leo.


Kepada wartawan Leo selaku kuasa hukum Erlina Sukiman mengaku puas karena kliennya sudah bebas murni. "Sangat memuaskan, sangat fair dan obyektif karena fakta sebagaimana dalam persidangan yang telah dibacakan Majelis dalam pertimbangannya bahwa memang tidak ada satu saksi dan bukti yang memperlihatkan kejadian ini seperti yang dituduhkan Jaksa," ucapnya.


Konflik bertetangga antara Erlina Sukiman dan Yenny Susanti ini cukup menarik perhatian pengunjung sidang lantaran melibatkan dua orang bertetangga yang saling lapor ke polisi hingga berakhir di meja hijau. 

Peristiwanya berawal di halaman rumah Erlina Sukiman pada Jumat, 13 April 2018 lalu. Saat itu Yenny melabrak rumah Erlina yang berada di sebelah rumahnya.

Yenny meminta agar anak Erlina, yakni Carolyn, menghentikan suara pianonya dari dalam rumah, karena dinilai bising dan mengganggu tetangga. Padahal, saat itu Caroly sedang mengajar les piano ke muridnya dan tidak ada satu pun tetangga yang merasa terusik dengan suara piano itu. Apalagi seluruh dinding rumah sudah dipasang alat pengedap suara. 

Karena emosi dan sempat adu mulut, Yenny akhirnya menampar wajah Erlina. Saat itu Nurhayati, ibu Erlina, melerai keduanya. Karena penamparan itu, Erlina melaporkan Yenny ke polisi atas dugaan penganiayaan. Yenny pun melaporkan Erlina dan Nurhayati atas dugaan pengeroyokan ke Polda Metro Jaya hingga kasusnya maju ke persidangan di PN Jakarta Barat. (Gaoza)