merdekanews.co
Minggu, 02 Desember 2018 - 14:13 WIB

Fahira Idris: Reuni Akbar 212 Adalah Pengingat, Peneguh dan Pengokoh

Hadi Siswo - merdekanews.co
Senator DKI Jakarta Fahira Idris bersama Putri Habib Rizieq Shihab di Monas, Jakarta (2/12)

Jakarta, MERDEKANEWS -- Aksi Damai Bela Islam yang berlangsung dua tahun lalu, tepatnya 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan Aksi 212 sudah menjadi hari bersejarah bagi sebagian besar umat Islam Indonesia. Saat itu diperkirakan 7 juta orang berkumpul, bersilaturrahim, meminta keadilan ditegakkan dan menguatkan komitmen bahwa umat Islam menjadi yang terdepan menjaga kerukunan antarumat beragama dengan prinsip saling menghargai dan menghormati.

 

Alumni 212 yang juga Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, kesadaran pentingnya ukhuwah umat dan kecintaan terhadap NKRI membuncah saat dan pasca Aksi 212. Umat Islam tidak ingin hanya dipandang sebagai kerumunan tetapi mulai bertransformasi menjadi barisan dan gerakan yang menyebar kabaikan dan manfaat. Terutama pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan umat lahir dan berkembang. Salah satunya Koperasi 212.

“Setiap tahun, kita akan menggelar Reuni 212 ini sebagai pengingat, peneguh dan pengokoh. Pengingat bahwa ukhuwah adalah kekuatan untuk menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Peneguh hati, bahwa saat ini umat Islam Indonesia sedang berjuang mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan untuk kemuliaan umat dan bangsa. Pengokoh hati, bahwa kita umat Islam adalah barisan yang menyebar manfaat bagi bangsa,” tegas Fahira di sela-sela Reuni Akbar 212, di Monas, Jakarta (2/12).

 

Menurut Fahira, Aksi 212 mempunyai dampak yang luar bisa bagi sebagian besar umat muslim di Indonesia dalam melihat pentingnya persatuan umat dalam bingkai NKRI. Aksi 212 telah menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan umat Islam untuk menjaga NKRI.

“Apapun mazhabnya, apapun organisasinya, Aksi 212 telah menyatukan persepsi dan hati sebagian besar umat Islam untuk mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan di berbagai bidang terutama ekonomi dan sosial. Pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lahir, tumbuh, dan menyebar manfaat bagi kemajuan umat dan bangsa. Spirit inilah yang hendak kita jaga dan lestarikan lewat Reuni 212,” pungkas Senator Jakarta ini. (Hadi Siswo)


  • Pemilu Tak Bermakna Jika DPT Bermasalah Pemilu Tak Bermakna Jika DPT Bermasalah Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menggelanyuti penyelenggaraan Pemilu 2019. Pasalnya, dalam rentang waktu masa perbaikan hasil DPT yang jumlahnya sudah ditetapkan KPU pada 5 September 2018 lalu sebanyak 187 juta.


  • Fahira Idris: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Fahira Idris: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Hasil survei Setara Institute yang menempatkan DKI Jakarta masuk dalam daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah menuai polemik. Pasalnya, selain dianggap tidak mencerminkan realita yang terjadi di Jakarta, survei ini harus diuji terutama metode yang digunakan.


  • Fahira Idris: Persija Juara, Ini Membahagiakan Fahira Idris: Persija Juara, Ini Membahagiakan Setelah 17 tahun puasa gelar, akhirnya kesebelasan kebanggaan warga ibu kota Persija Jakarta berhasil menjadi juara di kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia. Prestasi ini tentunya disambut gembira warga Jakarta terutama The Jak Mania dan diharapkan menjadi awal bagi Persija untuk menuai prestasi-prestasi berikutnya.