
Malaysia, MERDEKANEWS - Kabar duka wafatnya Dawam Rahardjo sampai juga ke mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Tokoh oposisi ini turut berduka atas meninggalnya Dawam Rahardjo.
Anwar menilai mendiang merupakan pemikir ekonomi yang progresif. Dia beserta keluarga menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya untuk keluarga mendiang Dawam dan mendoakan perjalanan terakhirnya dimudahkan Allah SWT.
"Kabar duka saya terima dari seberang apabila (tentang) perginya tokoh cendekiawan Islam Indonesia, Prof Dawam Rahardjo, (yang) menemui Sang Khaliq semalam di Jakarta," ujar dia melalui keterangan tertulis, Kamis (31/5).
Anwar mengatakan, almarhum Dawam merupakan tokoh akademik Indonesia dan seorang pemikir ekonomi politik yang progresif. Pemikiran ekonomi pro-rakyatnya merupakan ide yang progresif, khususnya terkait ide koperasi.
Anwar juga mengetahui bahwa Dawam pernah menjabat Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah, amat lekat dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan sahabat akrab Presiden RI Ke-3 BJ Habibie. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang tegas soal demokrasi.
"Sahabat lama almarhum Bapak Adi Sasono, mantan menteri koperasi Indonesia, juga sangat dikenal akrab dengan almarhum Prof Dawam melalui aktivisme (berbagai kegiatan) pada 1980-an," tuturnya.
Dawam Rahardjo meninggal di Rumah Sakit Islam Jakarta pada Rabu (30/5) malam pukul 21.55. Pemakaman dilakukan pada Kamis (31/5) ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Almarhum meninggal pada usia 76 tahun. Sebelumnya ia sudah satu bulan dirawat di RS Islam Cempaka Putih karena penyakit komplikasi yang dialami.
Dawam, yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 20 April 1942, pernah menjabat sebagai Ketua ICMI se-Indonesia. Dikenal sebagai seorang ekonom Indonesia, dia menghasilkan banyak karya tulis. Ia juga pernah memimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (ELSAF).
Dawam juga bergabung di Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial (LP3ES) sebagai staf peneliti. Beberapa karya Dawam Rahardjo di antaranya Esai-esai Ekonomi Politik(1983), Deklarasi Mekah: Esai-esai Ekonomi Islam (1987), Etika Bisnis dan Manajemen (1990), Habibienomics: Telaah Pembangunan Ekonomi (1995), Paradigma Alquran: Metodologi dan Kritik Sosial (2005), dan Nalar Politik Ekonomi Indonesia. (Sam Hamdan)
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun Hingga Akhir Maret 2025 Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun Hingga Akhir Maret 2025
-
Presiden Prabowo Berharap Idul Fitri Memperkuat Kerja Sama dengan Negara Sahabat Idul Fitri menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama antar negara,
-
Inspirasi dari Desa Wunut, Desa BRILiaN yang Membagikan THR Hingga Sediakan Jaminan Sosial Untuk Warganya Inspirasi dari Desa Wunut, Desa BRILiaN yang Membagikan THR Hingga Sediakan Jaminan Sosial Untuk Warganya
-
DPR: Mudik Idul Fitri 2025 Bukti Kondisi Ekonomi Indonesia Tidak Seperti yang Dikhawatirkan kita melihat bagaimana ke depannya, bahwa apa yang kita khawatirkan itu, sebenarnya Indonesia masih dalam kondisi yang tergolong baik
-
Presdir PT Caturkarsa Megatunggal Jimmy Masrin Patuhi Hukum, Ini Masalah Utang yang Masih Tersisa Komisaris Utama PT Petro Energy (dalam pailit), Jimmy Masrin, menegaskan komitmennya untuk menjalani seluruh proses hukum dengan terbuka dan kooperatif.