merdekanews.co
Jumat, 25 Agustus 2023 - 14:44 WIB

PBNU Puji KSAD Dudung Boyong Para Jenderal ke Papua, Jenderal Sejati yang Peduli dengan Rakyatnya

Gaoza - merdekanews.co
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman

Jakarta, MERDEKANEWS -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) memberikan apresiasi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (AD) Jenderal Dudung Abdurachman yang memboyong sejumlah Jenderal TNI AD ke Papua.

KSAD Dudung dinilai memiliki komitmen untuk menyelesaikan problematika di Papua.

“Pak Dudung sebenarnya sudah punya komitmen yang bagus. Dia dekat dengan prajurit dan rakyat. Kita mengapresiasi beliau. Kita berharap TNI AD hadir ke Papua untuk memberi solusi,” ujar Gus Fahrur saat dihubungi, Jumat (25/8/2023).

Menurut Gus Fahrur, kedekatan KSAD Dudung dengan prajurit TNI dan menjadi pelindung rakyat adalah jenderal sejati yang patut dicontoh dan didukung semua kalangan. Sebab hal yang dilakukan mantan Pangkostrad tersebut adalah untuk menjaga keamanan karena Papua adalah bagian dari Indonesia.

“Itu sangat bagus sekali bahwasannya Papua bagian dari Indonesia. Jadi prajurit di sana harus tetap waspada untuk keamanan. Dan saya kira langkah pak Dudung untuk terus menjadi pelindung rakyat dalam menjalankan tugas termasuk di Papua, itu merupakan tugas mulia dan itu pendekatan yang humanis. Datang ke sana supaya agar masalah ini bisa segera diselasaikan,” katanya.

Gus Fahrur berharap KSAD Dudung konsisten menjalankan komitmennya untuk menjadikan TNI AD sebagai garda terdepan menjaga keamanan di Papua. Masyarakat Indonesia bagian timur itu juga terus diberikan pemahaman tentang pembangunan dan ke Indonesiaan.

“Kita ingin mereka memberikan pendekatan yang lebih humanis, mungkin ada kesalahpahaman perlu diluruskan karena TNI banyak diprovokasi oleh pihak lain. Jadi mereka harus memberikan pendekatan dan pemahaman yang baik bahwa pemerintah sudah sangat berbuat baik sama mereka,” harapnya.

Gus Fahrur juga mendorong KSAD Dudung untuk tidak mentolelir kolompok-kolompok yang melakukan gerakan, yang berpotensi mengganggu keamanan dan memecah belah masyarakat. Persatuan dan kesatuan bangsa harus terus digelorakan di tengah-tengah masyarakat.

“Jadi ada dua sisi, sisi masyarakat harus didekati secara humanis, diberi pengertian tentang pentingnya persatuan dan pembangunan. Tapi, di sisi yang lain mereka yang mengganggu keamanan itu harus ditindak tegas supaya mereka tidak terus merongrong keamanan karena mereka ada tujuan-tujuan untuk memecah belah Indonesia,” pungkas Gus Fahrur.

(Gaoza)