merdekanews.co
Selasa, 18 Januari 2022 - 08:59 WIB

Kunjungi Tiga Lokasi, Ini Hasil Kunjungan Kerja Mendikbudristek ke Bandung

Hadi Siswo - merdekanews.co
Menteri Nadiem mendengarkan berbagai masukan untuk perbaikan kualitas program Kampus Merdeka. Ia menyebut, pada tahun 2021 sebanyak 50 ribu mahasiswa telah melakukan aktivitas di luar kampus dari program-program MBKM. Dan pada tahun 2022 ini, kuota tersebut akan naik sebanyak tiga kali lipat hingga mencapai 150 ribu mahasiswa.

Bandung, MERDEKANEWS -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim hadir mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam acara peringatan Dies Natalis Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Senin (17/01).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Nadiem menyampaikan bahwa Presiden mendukung program Kampus Merdeka dan semua perubahan-perubahan yang dilakukan Kemendikbudristek.

“Perubahan-perubahan yang kita lakukan ini tentu untuk membuat relevansi daripada sistem pendidikan kita jauh lebih tinggi,” ujarnya pada temu media di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat.

Usai mendampingi Presiden, Mendikbudristek melanjutkan kunjungan kerjanya ke SMP Negeri 2 Bandung, untuk memantau jalannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah penggerak tersebut. Ia mengungkapkan, dalam pertemuan dengan murid yang sudah tatap muka, terpancar semangat yang luar biasa karena bisa belajar di sekolah kembali. “Luar biasa motivasi mereka, terlihat pada saat mereka kembali ke sekolah berubah sekali perspektif mereka,” ujarnya.

Setelah menyapa para siswa yang melakukan PTM terbatas, Mendikbudristek berdialog dengan warga sekolah SMPN 2, orang tua murid, perwakilan Kepala Sekolah Penggerak, dan Calon Guru Penggerak Kota Bandung terkait  kurikulum prototipe yang sedang diimplementasikan di sejuah Sekolah Penggerak, termasuk SMPN 2. Dalam kesempatan ini, Menteri Nadiem juga mendengarkan masukan dari para guru terkait tema yang sedang dibahas.

Perbincangan dengan warga sekolah berlangsung hangat sebelum akhirnya Mendikbudristek menuju Unpad untuk berdialog dengan sivitas akademika kampus yang dipimpin oleh Rina Indiastuti itu. Di hadapan 60 mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Unpad, Mendikbudristek menyampaikan apresiasi atas semangat Unpad dalam melaksanakan program tersebut.

“Terima kasih, untuk seluruh sivitas akademika Unpad juga seluruh pimpinan perguruan tinggi di Bandung yang telah mendukung program MBKM ini,” tuturnya.

Dalam perbincangan ini pula, Menteri Nadiem mendengarkan berbagai masukan untuk perbaikan kualitas program Kampus Merdeka. Ia menyebut, pada tahun 2021 sebanyak 50 ribu mahasiswa telah melakukan aktivitas di luar kampus dari program-program MBKM. Dan pada tahun 2022 ini, kuota tersebut akan naik sebanyak tiga kali lipat hingga mencapai 150 ribu mahasiswa.

“Jadi tiga kali lipat. Begitu juga berbagai macam program lain akan kita lipat gandakan. Matching fund dengan industri yang berpartisipasi dalam riset dan inovasi akan kita besarkan 4-5 kali lipat anggarannya tahun ini,” ujarnya.

(Hadi Siswo)





  • Enam Industri dan Satu Asosiasi Tandatangani Kerja Sama dengan Kemendikbudristek Enam Industri dan Satu Asosiasi Tandatangani Kerja Sama dengan Kemendikbudristek Guna meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI); Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Direktorat Mitras DUDI) merintis kerja sama baru dengan enam DUDI dan satu asosiasi.


  • Pimpin Pertemuan Kedua EdWG G20, Kemendikbudristek Satukan Suara  Untuk Pulihkan Pendidikan Pimpin Pertemuan Kedua EdWG G20, Kemendikbudristek Satukan Suara  Untuk Pulihkan Pendidikan Menutup pertemuan kedua Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20, Iwan Syahril, Chair of G20 EdWG 2022 menyampaikan kepada awak media bahwa di bawah kepemimpinan Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), para delegasi EdWG G20 berhasil menyatukan suara akan pentingnya transformasi berbasis gotong royong untuk pemulihan pendidikan.