merdekanews.co
Sabtu, 17 Juli 2021 - 10:47 WIB

Penuhi Kebutuhan Pangan, Mentan SYL: Fokus, Don't Stop!

Deka - merdekanews.co
Mentan SYL menyampaikan bahwa pemenuhan dan kemandirian pangan menjadi hal utama bagi setiap bangsa.

Denpasar, MERDEKANEWS -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan ke Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan, Hewan Kementerian Pertanian, Jumat 16 Juli 2021.

Sama halnya dengan BB-Vet di wilayah lainnya, BB-Vet Denpasar secara umum memiliki tugas dan fungsi  untuk meningkatkan derajat kesehatan hewan serta produk asal hewan yang aman, sehat utuh dan halal (ASUH).

Pada kesempatan itu, Mentan SYL menyampaikan bahwa pemenuhan dan kemandirian pangan menjadi hal utama bagi setiap bangsa.

"Semua orang butuh makan, apalagi di masa pandemi ini. Vaksin saja tidak cukup. Tugas kita di Kementanlah bersama petani dan Pemda menyediakan itu. Ada 273 juta penduduk Indonesia yang perutnya harus diperhatikan," katanya.

Untuk itu, Ia berpesan untuk terus bekerja dan fokus kepada semua yang menjadi tugas dan kewajiban.

"Jangan berhenti. Don't stop. Kalian fokus saja kepada tugas dan apa yang kalian kerjakan.

Pada kondisi pandemi seperti ini, negara menurutnya membutuhkan pengorbanan.

"Sekarang waktunya kita berkorban untuk kepentingan bangsa. Mungkin saat ini defence sebenarnya (tidak menyerang), tidak buat program baru tapi program yang ada kita efektifkan untuk makannya rakyat," ungkapnya.

Mentan menambahkan bahwa semua elemen anak bangsa terus bergerak. Bahkan, arahan Presiden Jokowi menurutnya semua pihak harus bekerja sama untuk menangani pandemi.

"Sangat jelas. Arahan Bapak Presiden semua harus hand in hand, tidak bisa semuanya diselesaikan sendiri. Kita harus dan bisa bekerjasama dengan yang lain," pungkasnya.

Sebagai informasi, selama tahun 2020 BB-Vet Denpasar bersama 5 universitas  telah bekerjasama dalam rangka penyidikan, pengujian,pengembangan teknik dan metoda penyidikan dan pengujian penyakit hewan serta dalam penelitian.

Lima universitas tersebut adalah Universitas Udayana (UNUD) Denpasar, Universitas Mataram (UNRAM) NTB, Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Serta Institut Pertanian Bogor (IPB).

Wilayah kerja BB-Vet sendiri meliputi tiga provinsi yaitu : Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

(Deka)





  • Kementan Gelar Ekspose UMKM Pangan Lokal 2021 Kementan Gelar Ekspose UMKM Pangan Lokal 2021 Sebagai salah satu strategi ketahanan pangan yang dinyatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai Cara Bertindak (CB) kedua,  diversifikasi pangan lokal sangat penting dilakukan, karena pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini, seluruh dunia berada dalam ancaman krisis pangan serta prediksi adanya kekeringan.


  • Kementan dan FAO Ajak Publik Terlibat Aktif Peduli Kesehatan Hewan Kementan dan FAO Ajak Publik Terlibat Aktif Peduli Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Biro humas dan informasi Publik, bersama Badan Food and Agriculture Organization (FAO), Emergency Center for Transboundary Animal Diseases (ECTAD) Indonesia dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) memberikan eduksi terkait eduksi rabies melalui talkshow Tani On Stand (TOS) yang dilaksanakan di areal Lapangan Parkir Gedung Kementan, Kamis, 23 September 2021.


  • Pemerintah RI - Belgia Tandatangani Kerja Sama Peternakan Pemerintah RI - Belgia Tandatangani Kerja Sama Peternakan Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Usaha Kecil, Wiraswasta, SME dan Pertanian Belgia David Clarinval, menandatangani Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) untuk penguatan kerja sama Peternakan di bidang kualitas dan keamanan kesehatan hewan, di kantor pusat Belgian Blue Group di kota Ciney, Provinsi Namur, Belgia pada Senin, 20 September 2021, waktu setempat.