merdekanews.co
Rabu, 07 April 2021 - 17:12 WIB

Gubernur WH : Pemprov Banten Siap Dukung Pramuka

Siswo Hadi - merdekanews.co

Banten, MERDEKANEWS -- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten siap dukung kegiatan Pramuka. 

Hal itu diungkap Gubernur saat membuka Musyawarah Daerah V Gerakan Pramuka Banten di Ruang Rapat Rumah di Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 158 Kota Serang (Rabu, 7/4/2021).

"Dengan Dasa Dharma dan Tri Satya, Pramuka merupakan organisaai yang tangguh sejak  Kemerdekaan. Pramuka terus berjuang mendedikasikan dirinya. Sekarang Pramuka turut membantu Pemerintah dalam membangun," ungkap Gubernur. 

"Selama ini, Gerakan Pramuka masuk ke pelosok-pelosok desa untuk bersama pemerintah daerah membangun Banten," tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, di tengah pandemi Covid-19, Gubernur mengajak Gerakan Pramuka menjadi bagian kebersamaan dan sinergitas dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Banten dan Indonesia.

Gubernur juga berpesan agar Musyawarah Daerah Pramuka V Gerakan Pramuka Banten mampu membuat kesepakatan untuk memilik ketua baru tanpa kepentingan lain, tanpa intervensi politik. 

"Karena Pramuka selama ini bebas dari kepentingan politik. Pramuka loyal kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," tegasnya.
 
"Di Pandeglang dekat Kecamatan Sumur  itu strategis. Pada Tahun 2021, jalan Tol Serang - Panimbang sudah jadi. Jalan ke Kecamatan Sumur juga sudah bagus, sudah di cor. Saya harap tanah yang dimiliki Pramuka bisa menjadi tempat Jambore bagi Pramuka Banten," ungkap Gubernur.

"Pemprov Banten siap memberikan dukungan. Kita tidak boleh kalah dengan Provinsi lain. Banten harus maju, harus tangguh, harus lebih baik. Semoga ini menjadi agenda dalam Musda V  Gerakan Pramuka Banten nanti," pungkasnya. (Siswo Hadi)






  • Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Wahidin Halim sangat mendukung upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang telah menetapkan ES sebagai tersangka atas kasus pemotongan dana hibah bagi Pondok Pesantren di Banten yang nilanya mencapai Rp117 Miliar.