merdekanews.co
Senin, 05 April 2021 - 08:30 WIB

Lambat Input, Covid-19 di Banten Seolah-olah Naik Signifikan

Siswo Hadi - merdekanews.co
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti.

Banten, MERDEKANEWS -- Tidak ada lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Banten.  Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  Banten, Ati Pramudji Hastuti.  “Tidak ada kenaikan signifikan jumlah kasus Covid-19 di Banten pada pekan ini,” kata Ati. 

Menurut Ati, data yang dirilis di pusat merupakan data lama yang baru terinput.
"Mengapa jumlah penambahan kasus Covid-19 di Banten seolah-olah naik signifikan pada pekan ini, karena data lama di Banten baru terinput di Aplikasi NAR Pusat (New All Record) dalam minggu ini. Sehingga seolah kasus di Banten naik signifikan," kata Ati, Minggu (4/4/2021).

Selama ini, kata Ati, ada perbedaan data antara data di pusat dengan data di Banten. Di mana data di Banten lebih banyak jika dibanding dengan data di pusat. 

"Jadi data yang dilaporkan oleh Banten  selama ini belum terinput seluruhnya di pusat. Oleh karena itu, sejak kamis kemarin pusat menyamai datanya dengan data yang di Banten. Sehingga dalam empat hari ini seolah kasus di Banten naik signifikan," ungkapnya.
Padahal, kata Ati, penambahan tersebut merupakan kasus lama yang baru terinput.

Saat ini, kata Ati, Banten memiliki angka kesembuhan tertinggi. "Angka kesembuhan Banten tertinggi,' katanya.
Per tanggal 4 April 2021, kasus konfirmasi sebanyak 103 dengan perincian, sembuh 94 orang, dirawat 9 orang dan tidak ada kasus meninggal dunia.
Ati juga merinci, total kasus konfirmasi Covid-19 di Banten mencapai 43.838 kasus. Sebanyak 40.525 dinyatakan sembuh, sebanyak 2.164 masih dalam perawatan dan sebanyak 1.149 dinyatakan meninggal. (Siswo Hadi)






  • Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Banten Dukung Kejati Usut Korupsi Dana Hibah Gubernur Wahidin Halim sangat mendukung upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang telah menetapkan ES sebagai tersangka atas kasus pemotongan dana hibah bagi Pondok Pesantren di Banten yang nilanya mencapai Rp117 Miliar.