merdekanews.co
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:30 WIB

Berkas Perkara Dugaan Korupsi PT NTS Segera Dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum

Deka - merdekanews.co

Makassar, MERDEKANEWS -- Berkas perkara dugaan korupsi penyimpangan pengeluaran uang milik PT Nusantara Terminal Services (anak perusahaan PT. Pelindo IV) akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam kasus tersebut, kerugian negara ditaksir hingga Rp10 Miliar

 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil mengatakan kasus tersebut terus didalami Kejaksaan Tinggi Sulsel. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil PKN dari auditor BPKP.

"Berkas perkara tinggal menunggu hasil PKN dari auditor BPKP, untuk kemudian dilimpahkan ke Penuntut Umum," bebernya kepada media, Sabtu (17/10/2020) malam.

Seperti diketahui, PT NTS sendiri merupakan anak perusahaan dari Pelindo IV. Perusahaan yang bergerak di bidang bongkar muat konvensional, Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) itu didirikan pada tahun 2013 dengan kepemilikan saham mayoritas pada PT Pelindo IV (Persero) dan sebagian Koperasi Karyawan PT Pelindo IV.

Dalam kasus ini, Kejati Sulsel menerima laporan bahwa dalam anak perusahaan Pelindo IV tersebut diduga telah terjadi adanya tindak pidana korupsi, dimana terjadi penyimpangan pengeluaran uang milik PT Nusantara Terminal Services yang tidak sesuai prosedur.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel, Roch Adi Wibowo mengatakan bahwa PT NTS sebagai perusahaan milik negara tentunya menggunakan uang negara.

"Namanya perusahaan negara, uangnya adalah uang negara, jika terjadi penyimpangan disana berarti itu masuk pidana korupsi," katanya.

Dalam kasus ini, PT NTS diketahui bekerjasama dengan PT Alam Jaya Transport untuk Kegiatan Penyediaan dan Pengangkutan Material Sirtu dan Material Project Lainnya.

Namun dalam penyidikan yang dilakukan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel mereka menemukan adanya penyimpangan, dimana salah satu staf PT NTS Bernama Riandi menerima pembayaran secara cash/tunai dengan tahapan pencairan yang tidak sesuai prosedur dan tidak dilakukan verifikasi oleh bagian keuangan sehingga mengakibatkan PT Nusantara Terminal Services (anak Perusahaan Pelindo IV) mengalami kerugian sebesar Rp10.301.000.000,-. (Deka)






  • DP Akan Diperiksa Polisi Usai Pilkada, Kapolda: Kami Proses Sampai Tuntas DP Akan Diperiksa Polisi Usai Pilkada, Kapolda: Kami Proses Sampai Tuntas Laporan dari tim hukum keluarga mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh calon Wali Kota Makassar nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto, mendapat khusus dari Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam. Pelaporan didasari beredarnya rekaman suara mirip Pomanto yang mengaitkan Jusuf Kalla (JK) dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu.