merdekanews.co
Minggu, 09 Agustus 2020 - 06:00 WIB

Ditjen Hubdat Bangun Kapal Ro-Ro 1500 GT Untuk Konektivitas Kepulauan Riau

Gaoza - merdekanews.co

Batam, MERDEKANEWS – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaksanakan Peletakan Lunas (Keel Laying) Kapal Penyeberangan Ro-Ro 1500 GT lintas Dompak – Matak – Penagi (Natuna).

Pembangunan Kapal Penyeberangan Penumpang ini dilakukan bersama PT. Karimun Anugrah Sejati dan PT. Arun Prakarsa Inforindo pada Sabtu (8/8).

Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP), Marwanto Heru Santoso, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapannya atas pembangunan Kapal Ro-Ro 1500 GT ini. “Kita semua mempunyai harapan besar untuk Kapal Penyeberangan ini, sehingga PT. Karimun Anugrah Sejati dan PT. Arun Prakarsa Inforindo sebagai pembangun diharapkan dapat memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang ada, sehingga dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal,” kata Heru saat mengawali sambutannya.

Pembangunan kapal hari ini, menurut Heru, adalah salah satu kegiatan di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang dilakukan untuk menunjang kondisi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan. “Termasuk salah satunya adalah di Kepulauan Riau ini yang banyak dihubungkan oleh laut. Maka diharapkan ke depannya kita tidak akan mendengar kejadian kecelakaan kapal dan justru mendatangkan keselamatan. Pada kesempatan ini kami ucapkan selamat kepada PT. Karimun Anugrah Sejati yang telah dipercaya pemerintah untuk membangun sebuah kapal,” tambah Heru.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Sarana Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Sri Hardianto dalam laporannya menyampaikan, “Dengan dibangunnya Kapal Penyeberangan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi dan konektivitas serta aksesibilitas bagi distribusi orang, kendaraan, dan barang di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.”

Kapal Penyeberangan ini mempunyai kapasitas penumpang sebanyak 386 orang, dengan rincian kapasitas untuk penumpang kelas tidur 12 orang, penumpang deck ekonomi 90 orang, penumpang bed ekonomi kursi baring 180 orang, penumpang deck terbuka kursi gang 104 orang.

“Formasi kendaraan yang tersedia di dalam kapal 1500 GT ini adalah 36 kendaraan. Untuk truk besar 18 ton tersedia 14 unit, 12 unit untuk truk sedan 10 ton, dan 10 unit untuk mobil sedan. Sedangkan jumlah kapasitas untuk Anak Buah Kapal (ABK) sejumlah 24 orang,” ujar Sri.

Sri menjabarkan bahwa pembangunan kapal ini memakan waktu selama 22 bulan dan direncakan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2021. Ia juga menjelaskan bahwa Kapal Penyeberangan ini mempunyai ukuran utama panjang keseluruhan LOA (_length over all_) 71,92 meter, panjang antara garis tegak LBP (_length between perpendicular_) 65,40 meter, lebar modul 14 meter, tinggi modul 4,60 meter, sarat air 3,25 meter, kecepatan 15 knot, dan tenaga mesin bantu sebanyak 2 unit. (Gaoza)






  • Kemenhub Kembali Normalisasi 2 Truk ODOL Di Palembang Kemenhub Kembali Normalisasi 2 Truk ODOL Di Palembang Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi melakukan normalisasi angkutan barang dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di Terminal Tipe A Alang-Alang Lebar Palembang, Sabtu (12/9).