merdekanews.co
Selasa, 07 Juli 2020 - 00:35 WIB

Antarkan Teman Buang Air Kecil, Pendaki Hilang Di Gunung Lawu Ditemukan Wafat 

Khairy/MN - merdekanews.co
Ilustrasi

MERDEKANEWS - Kisah mistis Gunung Lawu kembali terkuak. Andi Sulis Setiawan (18) ditemumakan wafat. 

Pendaki asal Dukuh Sepelem, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng hilang usai menemani temannya buang air kecil (pipis) di semak-semak. 

Mayat pria yang ditemukan di Gunung Lawu sudah teridentifikasi. Ternyata identitas mayat tersebut sama dengan pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Sebelumnya, seorang pendaki bernama Andi Sulis Setiawan (18), warga Dukuh Sepelem, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng dilaporkan hilang. Dia mendaki bersama lima kawannya melalui jalur Cemoro Sewu.

"Ternyata memang benar jenazah dengan orang yang hilang identitasnya sama," kata Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto saat dihubungi detikcom, Senin (6/7/2020).

Saat ini jenazah sedang dalam proses evakuasi melalui jalur Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar. Diperkirakan jenazah tiba tengah malam nanti.

"Nanti dibawa ke puskesmas dulu baru diserahterimakan kepada keluarga," ujar dia.

Sementara itu, relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Budi Santoso mengatakan korban ditemukan di kawasan Gegerboyo. Korban jatuh tujuh meter dari jalur pendakian.

Kondisi korban saat ditemukan tidak mengenakan baju. Diduga baju terlepas saat terjatuh.

"Saat ditemukan itu tidak pakai baju, tapi pakai celana. Kemungkinan dia meninggal karena hipotermia," ujar Budi.

Diberitakan sebelumnya, pendaki yang dilaporkan hilang bernama Andi Sulis Setiawan (18), warga Dukuh Sepelem Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng.

Pendaki yang dilaporkan hilang, berangkat mendaki bersama lima temannya dari jalur Cemoro Sewu Magetan Sabtu (4/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Lima teman Andi, yakni 4 pria dan 1 wanita sudah lebih dahulu turun.

"Namaya Andi Sulis Setiawan. Lima orang sudah turun dan satu belum turun," ujar Asper Lawu Selatan KPH Lawu DS, Marwoto, kepada detikcom di Cemoro Sewu, Senin (6/7). (Khairy/MN)






  • Anak Gunung Dituding Rusak Ekosistem Gunung Merbabu  Anak Gunung Dituding Rusak Ekosistem Gunung Merbabu  Ekosistem di Gunung Merbabu rusak. Para pendaki atau biasa disebut anak gunung dituduh sebagai penyebab kerusakan. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) menutup semua jalur pendakian Gunung Merbabu untuk umum pada 1-28 Februari 2018. Ini dilakukan untuk pemulihan ekosistem gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.