merdekanews.co
Jumat, 27 Maret 2020 - 20:37 WIB

Sekjen LHK Latih Tenaga Medis dan Keamanan Hadapi Corona

MUH - merdekanews.co
Sekjen LHK, Bambang saat membuka Diklat Kesiapsiagaan Paramedis dan Tenaga Pengaman KLHK dalam Menghadapi Situasi Darurat COVID-19, di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Jumat (27/03)

MERDEKANEWS -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melatih kesiapsiagaan paramedis dan tenaga pengaman dalam menghadapi situasi darurat Covid-19.

Dipimpin Bambang Hendroyono, tim medis dibekali materi prosedur penanganan karyawan yang terserang Covid -19 yang umumnya tiba-tiba kolaps dan tak sadarkan diri.

"Kesiapan SDM tim medis dan keamanan diperlukan, mengingat ada 2.500 karyawan di Gedung KLHK yang tersebar di 3 blok besar, yaitu Blok 1, Blok 4 dan Blok 7. Tiap blok gedung minimal ada satu tim yang siap menangani masa darurat ini," ujar Sekjen LHK, Bambang saat membuka Diklat Kesiapsiagaan Paramedis dan Tenaga Pengaman KLHK dalam Menghadapi Situasi Darurat COVID-19, di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Jumat (27/03)

Peserta diklat terdiri dari tenaga medis di lingkungan Gedung Manggala Wanabakti. Diantaranya, Dokter Umum, Bidan, Praktisi Laboratorium, Supir Ambulance, dan tenaga Satuan Pengamanan di sejumlah akses masuk gedung.

Terkait pelayanan publik, pria jebolan IPB ini menyampaikan, layanan administrasi, penerimaan surat masuk dan pengiriman surat keluar serta layanan administrasi lainnya, tetap dilayani petugas piket harian sesuai jam kerja, baik secara manual maupun online. 

“Pelayanan perizinan berjalan sesuai ketentuan, sehingga pelayanan publik tidak terganggu,” ujarnya.

Selain itu, KLHK juga menerapkan pengaturan pegawai untuk bekerja dari rumah, mulai 17 Maret sampai dengan 31 Maret 2020. 

“Koordinasi dilakukan melalui video teleconference dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Semua pegawai tetap bekerja, baik di rumah maupun di kantor, dengan tetap menjaga kesehatan, dan mengikuti setiap arahan pemerintah," ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, wabah corona juga berdampak pada penundaan kegiatan. Misalnya, kegiatan kediklatan dalam bentuk tatap muka ditunda pelaksanaannya dan selanjutnya dilakukan secara online dengan metode e-learning. 

KLHK juga melarang adanya pertemuan yang memobilisasi, atau mengumpulkan pegawai dan atau anggota masyarakat dalam jumlah besar sampai dengan batas waktu yang ditentukan. 

Dalam surat edaran Menteri LHK tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 juga diatur pemberlakuan pemeriksaan suhu badan di pintu masuk bagi seluruh pegawai dan tamu dan pengunjung. 

Lalu, lanjut Bambang, Klinik KLHK juga dioptimalkan fungsinya guna mendukung langkah-langkah strategis yang sedang dijalankan. Penyemprotan desinfektan pada sarana prasarana gedung, dan menyediakan sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di tempat-tempat umum juga dilakukan.

"Untuk yang bekerja di kantor juga ada protapnya. Kami lakukan penyemprotan desinfektan sesuai protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak satu sama lain, memakai masker, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer. Intinya berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan," pungkasnya. (MUH)