merdekanews.co
Rabu, 04 September 2019 - 08:39 WIB

Rusuh Reda, Basuki Sisir Pembangunan Yang Rusak Di Jayapura

MUH - merdekanews.co

MERDEKANEWS -Pasca kerusuhan Papua, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono baru melakukan kunjungan ke Jayapura, Papua, Selasa (3/9).

Kedatangannya di Provinsi Papua atas perintah Presiden Jokowi untuk melakukan pendataan bangunan pemerintah, toko dan rumah penduduk yang rusak saat terjadi aksi demonstrasi pada 29 Agustus 2019, di Jayapura.  

Basuki tiba di Jayapura, pukul 07.00 WIT. Ia meninjau sejumlah bangunan yakni Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Kantor Bea Cukai Jayapura , Kantor Gra Pari Telkomsel, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Kantor Perum LKBN Antara dan Lapas Kelas II Abepura, Jayapura. 

"Kami datang ke Jayapura, untuk melihat langsung kerusakan kejadian demo kemarin. Mudah-mudahan kalau sudah di inventarisasi dan diidentifikasi bisa cepat ditangani," kata Basuki

Kerusakan yang terjadi seperti di Gedung Bea Cukai yakni bagian depan bangunan terlihat kaca dalam keadaan pecah, dinding serta kusen jendela dan pintu bangunan hangus terbakar. 

Kondisi Kantor Majelis Rakyat Papua, seluruh bangunannya habis terbakar hanya tersisa dinding–dinding yang juga kondisinya sudah terkelupas. Kondisi gedung tersebut rusak berat. 

Kantor KPU Papua juga dalam keadaan rusak berat. Bagian depan bangunan jendela, kaca, plafon habis terbakar. 

Sementara bangunan bengkel workshop bagi para penghuni lapas yang berada di dalam lapas Kelas II Abepura seluruh bangunan habis terbakar hanya tersisa dinding – dinding yang juga kondisinya sudah terkelupas . Kondisi bangunan dalam keadaan rusak berat. 

Disamping bangunan milik pemerintah, beliau juga meninjau sekitar 200-an kios-kios dan rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. 

Pria jebolan UGM ini memerintahkan jajarannya untuk segera  melakukan pembersihan puing-puing agar  masyarakat tidak menyimpan trauma dan dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala.

Dari sisi kebutuhan anggaran, untuk bangunan pemerintah yang rusak akan direkonstruksi dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 100 miliar yang berasal dari APBN. Sementara untuk kios dan rumah penduduk yang rusak akan menggunakan dana stimulan yang berasal dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksanaannya akan diatur dengan Peraturan Presiden. 

Setelah melakukan peninjauan, sore hari di Bandara Sentani, Basuki melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, Kepala BNPB Doni Monardo dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw untuk pemulihan sarana prasarana serta kios dan rumah penduduk yang mengalami kerusakan. (MUH)