merdekanews.co
Senin, 05 Agustus 2019 - 19:06 WIB

Mendagri Pesankan Jauhi Area Rawan Korupsi Pada Wisudawan IPDN

Gaoza - merdekanews.co

Jatinangor, MERDEKANEWS - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berpesan agar wisudawan Institut Pemerintah Dalam Negeri  (IPDN) untuk menjauhi daerah rawan korupsi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri wisuda IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (05/08/2019).

"Saya pesan, jauhi area rawan korupsi. Hati-hati pada perencanaan anggaran, pada jual beli jabatan, mekanisme belanja barang dan jasa, ini semua harus Anda perhatikan," pesan Tjahjo.

Ia juga meminta para wisudawan mawas diri dan mengingat bahwa setiap tindakan dan perbuatan akan selalu dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, para wisudawan diharapkan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah dan dalam mengambil kebijakan.

"Kalau dalam agama saya, setiap hal harus dipertanggungjawabkan. Untuk itu harap Anda selalu mengingat hal itu sehingga ke depan selalu berhati-hati dalam mengambil langkah dan kebijakan," kata Tjahjo.

Tak hanya itu, Tjahjo juga memaparkan tantangan bangsa yang kini berusia 74 tahun ini. Menurutnya, selain kasus korupsi, terdapat sejumlah permasalahan dan tantangan bangsa lainnya yang harus dihadapi, yaitu ancaman radikalisme, terorisme, dan bahaya Narkoba.

"Radikalisme dan terorisme bukan menjadi tanggungjawab TNI dan Polri saja, tapi tanggungjawab Anda dan kita semua. Masih soal musuh bangsa dan musuh generasi ini adalah juga bahaya narkoba. Tolong ingatkan diri sendiri dan lingkungan sekitar agar tidak terjebak dengan masalah ini," imbuhnya.

Ditambahkan Tjahjo, salah satu masalah bangsa yang juga perlu mendapatkan perhatian serius adalah mengenai ketimpangan sosial. Ketika terjun di lingkungan masyarakat, wisudawan IPDN diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran, kebijakan dan langkah konkret dalam mengatasi permasalah sosial ini.

"Masalah ketimpangan sosial, kekurangan gizi, stunting, ketersediaan sumber daya air, perumahan yang sehat harus diperhatikan dengan baik," ungkapnya. (Gaoza)