merdekanews.co
Kamis, 11 April 2019 - 05:48 WIB

Pengiriman Perdana Program Kontainer Masuk Desa, Tiga Ton Beras Diangkut Kapal Tol Laut Ke Talaud

Gaoza - merdekanews.co

Jakarta, MERDEKANEWS -- Program Kontainer Masuk Desa yang digagas oleh Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Maritime Research Institute Nusantara (Marin Nusantara) telah resmi dimulai. 

Hal tersebut ditandai oleh pengiriman perdana 3 (tiga) ton beras yang diangkut kapal Tol Laut, KM. Logistik Nusantara II dengan tujuan desa-desa di kecamatan Essang Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada hari ini (10/4) dari Surabaya, Jawa Timur.

"Tiga ton beras tersebut diambil dari Bulog untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan menggunakan mini kontainer agar dapat menjangkau desa-desa di Kecamatan Essang dengan menggunakan kapal tol laut, KM. Logistik Nusantara II," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta hari ini (10/4).

Adapun kapal KM Logistik Nusantara II telah diberangkatkan pada pagi hari ini (10/4) dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara.

"Mini Kontainer juga dapat dilipat jika dalam kondisi kosong sehingga sangat efisien dan efektif. Selanjutnya dari Pelabuhan Bitung, Mini Kontainer akan diteruskan menggunakan kapal KM. Kendhaga Nusantara I sebagai kapal feeder menuju Pelabuhan Melonguane," jelas Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu menerangkan bahwa mini kontainer ini berguna untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses alat bongkar muat di Pelabuhan dan akses jalan raya.

Setelah tiba di Pelabuhan Melonguane, mini Kontainer dikeluarkan dari kontainer 20 feet dan dinaikan ke kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 95 menuju Pelabuhan Essang dan selanjutnya diteruskan ke gudang desa.

"Dengan adanya program kontainer masuk desa tentunya akan mendukung program tol laut dengan skema end to end. Dan dengan program ini diharapkan kehadiran negara akan semakin dirasakan oleh masyarakat utamanya di daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terpencil dan Pedalaman) serta dapat menurunkan disparitas harga antara Indonesia bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur," kata Capt. Wisnu.

Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, lanjut Capt. Wisnu, program kontainer masuk desa diharapkan dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang selama ini belum maksimal.

"Program Kontainer Masuk Desa ini akan mempermudah akses pemasaran hasil komoditas desa ke berbagai wilayah, baik dalam maupun luar negeri yang selama ini menjadi kendala banyak desa di Indonesia sehingga ekonomi desa pun akan tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik,” kata Capt. Wisnu.

Pada kesempatan ini, Capt. Wisnu mengajak semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan angkutan logistik melalui Tol Laut ini dan meminta agar masyarakat optimis dengan keberadaan tol laut yang setiap tahunnya terus menunjukan tren peningkatan dan terus melakukan  perbaikan-perbaikan yang diperlukan guna menurunkan disparitas harga antara wilayah barat Indonesia dengan wilayah timur Indonesia.

"Keoptimisan dan dukungan dari semua pihak akan menjadikan kekuatan yang luar biasa untuk menyukseskan program tol laut ini sebagai bagian dari konektivitas laut seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari tren pencapaian tol laut yang terus meningkat dari tahun ke tahun seperti jumlah trayek dan statistik penurunan harga di wilayah timur Indonesia. Namun demikian, meski ada kekurangan, kami memastikan bahwa Negara selalu hadir untuk masyarakat dan memastikan manfaat tol laut dapat tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat langsung," kata Capt. Wisnu.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Marine Service, Eko Hariyadi mengatakan bahwa mini kontainer banyak kelebihan salah satunya adalah bisa dilipat ,dan masuk ke kontainer 20 feet dan mempunyai kapasitas 3 ton per mini kontainer.

"Rencana produksi tergantung permintaan Market ,tapi sanggup memproduksi 1000 container dalam waktu 3 bulan dan tidak perlu ada stuffing dan stripping lagi di Pelabuhan. Bersifat End to End ,dari gudang penjual ke pembeli serta sanggup menjangkau daerah terpencil," tutup Eko.

Sebagai informasi, Pemerintah mendorong penyelenggaraan angkutan logistik Tol Laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen), sehingga tepat sasaran ke masyarakat agar dapat merasakan harga yang terjangkau.

Program kontainer masuk desa dimaksud merupakan hasil sinergi BUMN yaitu PT. Pelni sebagai operator kapal, PT. Pelindo Marin Service sebagai Penyedia Mini Kontainer, Perum Bulog sebagai pemasok produk dan Bumdes sebagai distributor produk.

Kemenhub telah menyiapkan kapal perintis milik negara dengan ukuran 200 GT s/d 2000 GT dengan kapasitas angkut 30.000 penumpang, untuk mendukung kapal tol laut membawa logistik ke daerah-daerah hinterland atau daerah-daerah yang berada di sekitar pelabuhan yang disinggahi kapal tol laut, yang tidak bisa dijangkau dengan kapal tol laut. (Gaoza)