merdekanews.co
Kamis, 07 Februari 2019 - 15:25 WIB

Sektor Keuangan Makin Tokcer, Bos CBC Puji Kinerja BI dan OJK

MUH - merdekanews.co
Achmad Deni Daruri,

Jakarta, MERDEKANEWS -Di tahun politik, kinerja Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendapatkan pujian. Di mana di tengah kuatnya tekanan suku bunga di Amerika Serikat, stabilitas sektor keuangan di Indonesia, semakin prima.

Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri, menganalogikan tahun 2018 sebagai tahun kawah candradimuka. Setelah lewat, maka 2019 akan mudah dilewati oleh dua penjaga gawang sektor keuangan ini. Tentu saja dengan pengalaman yang telah dialami sepanjang 2018.

"Kemampuan Bank Indonesia dan OJK menjaga stabilitas sektor keuangan terlihat dari peningkatan keyakinan konsumen sangatlah terukur," ujar  Deni di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Pada galibnya, kata Deni, bukti stabilitas yang membaik itu tercermin dari perbaikan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Serta, ekspektasi terhadap ekonomi ke depan.

Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), pada Desember 2018, menjadi 127,0 poin dari sebelumnya berada pada 122,7 pada November 2018, lalu. Pada 2018, rata-rata IKK sebesar 123,6; atau lebih tinggi dari rata-rata tahun 2017.

Tren ini terlihat semakin moncer pada kuartal terakhir 2018. Di mana rata-rata tingkat IKK berada pada level 123,0. Jumlah ini tercatat meningkat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya. 

Bank senteral dan OJK telah secara lihai mampu menjaga keyakinan pasar di tengah hantaman ancaman pelemahan rupiah terhadap US$ pada 2018.

Negara lain, seperti Turki dan Brasil justru tidak mampu menjaga kepercayaan konsumennya. Sementara, cadangan devisa Indonesia, menguat tertinggi, sehingga mampu membiayai tujuh bulan impor dengan nilai 120,6 miliar dolar.

Sementara, banyak negara berkembang lainnya, seperti Saudi Arabia terus mengalami penurunan cadangan devisa semenjak Agustus 2018, hingga saat ini. Padahal, Saudi adalah net eksportir minyak dan Indonesia adalah net importir minyak.

Prestasi BI dan OJK dapat terjadi karena pemilihan strategi yang tepat. Di mana, trade off antara strategi satbilitas dan strategi pertumbuhan dapat dinetralisir.

Secara khusus, peran BI yang dipimpin Perry Waluyo, mampu membawa kebijakan sektor moneter dalam konteks strategi stabilitas, dan kebijakan pertumbuhan berupa makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, sistem pembayaran dan ekonomi keuangan syariah.

Kebijakan strategi pertumbuhan dapat dilakukan secara cantik karena adanya kerja sama yang baik antara BI dan OJK. Tanpa itu, maka kedua strategi ini akan saling membunuh satu sama lainnya.

Kebijakan moneter dunia yang tak pasti pada tahun 2018 terbukti telah dapat dijinakkan oleh BI dan OJK, termasuk ancaman perang dagang dan capital outflow dari negara sedang berkembang.

Strategi ini jika dapat dipertahankan dengan baik merupakan modal yang sangat penting dalam menghadapi kondisi perekonomian 2019 yang secara teoritis akan lebih jinak ketimbang 2018. Terbukti, dana investasi negara berkembang saat ini (Januari 2019), telah melihat perekonomian Indonesia sebagai bellwether yang sangat cantik.  (MUH)






  • KPK Ditantang Bongkar Semua Kasus BLBI KPK Ditantang Bongkar Semua Kasus BLBI Bongkar kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), KPK jangan hanya ditingkat Sjamsul Nursalim dan isterinya, Itjih Nursalim saja.Semua penikmat BLBI harus diungkap secara trasnparan tanpa tebang pilih.