merdekanews.co
Rabu, 18 Juli 2018 - 06:06 WIB

PGN Caplok Pertagas tapi Bayarnya Nyicil

Setyaki Purnomo - merdekanews.co

Jakarta, MERDEKANEWS - Transaksi akuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Persero/Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero/PGN) Tbk senilai Rp 16,6 triliun dilakukan dua tahap alias nyicil.

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda mengatakan, skema ini belum tentu deal. Sebab, kata dia, skema tersebut masih dibicarakan dengan pihak PT Pertamina (Persero) selaku induk dari Pertagas.

Dia mengatakan, apabila skema itu disetujui, maka pembayaran akan dilakukan dalam waktu dekat. Yakni, 90 hari setelah kesepakatan nilai transaksi pada 29 Juni 2018. “Kami sekarang bicara dengan Holding, kami akan bagi dalam dua tahap (pembayaran), pertama tahun ini selanjutnya tahun depan. Ada dua kali pembayaran,” kata Jobi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/7/2018).

Sumber dana setengah dari Rp16,6 yakni Rp 8,3 triliun itu, kata dia, berasal dari kas PGN. Sementara, sisanya bisa diperoleh dari pinjaman atau yang sumber lain yang dilunasi tahun depan.

Jobi mengungkapkan, alasan PGN baru mengakuisisi 51% saham Pertagas, karena pertimbangan bisnis. Yang terpenting, kata dia, PGN bisa menjadi pengendali atas terbentuknya holding Migas. “Hari ini kami pikirkan hanya 51% Pertagas, sisanya (pembayaran saham 49%) kami pakai untuk biaya Infrastruktur karena perlu biaya besar untuk kembangkan infrastruktur,” ujar dia.

Setidaknya ada beberapa program kerja  yang akan dilaksanakan PGN dalam waktu dekat setelah akuisisi Pertagas. Yakni, menghilangkan tumpah tindih di jaringan transmisi.

Kemudian, pemasangan dan penyaluran gas ke konsumen untuk sementara akan dihentikan. Tujuannya untuk meminimalisir duplikasi pelanggan. Selanjutnya menjalankan proyek integrasi jaringan pipa Jawa Barat dan Jawa Timur. Sebab selama ini kedua wilayah itu belum terhubung. (Setyaki Purnomo)






  • Salah Borong Saham di 2018, Keuangan Taspen Goyang? Salah Borong Saham di 2018, Keuangan Taspen Goyang? Satu lagi, perusahaan asuransi pelat merah yang bakal dirundung masalah keuangan. Adalah PT Taspen (Persero), dikhawatirkan bakal mengalami penurunan nilai portofolio saham yang diinvestasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018. Waduh gawat.