merdekanews.co
Senin, 20 Mei 2024 - 19:50 WIB

Luncurkan Program "Sastra Masuk Kurikulum", Bukti Komitmen Kemendikbudristek Tingkatkan Minat Baca dan Kemampuan Literasi Murid

Deka - merdekanews.co
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program “Sastra Masuk Kurikulum”. Peluncuran ini menandai komitmen Kemendikbudristek dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi murid yang menjadi salah satu tujuan utama dari gerakan Merdeka Belajar. 

Jakarta, MERDEKANEWS -- Sejalan dengan tujuan utama Merdeka Belajar pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2024 yang dirangkai melalui peluncuran “Sastra Masuk Kurikulum”, aktivitas literasi, serta berbagi buku untuk masyarakat.

Setelah menggelar kegiatan Berbagi Buku di Halaman Inspektorat Jenderal, Kantor Kemendikbudristek, pada Minggu (19/5), hari ini, Senin (20/5), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program “Sastra Masuk Kurikulum”. Peluncuran ini menandai komitmen Kemendikbudristek dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi murid yang menjadi salah satu tujuan utama dari gerakan Merdeka Belajar. 

Mendikbudristek mengatakan, peringatan Harbuknas tahun ini menjadi momentum penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang kini telah diterapkan secara nasional. Menurutnya, kehadiran sastra dalam pembelajaran telah berlangsung pada sebagian kelas namun terbatas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Melalui program ini, kami mendorong guru untuk memanfaatkan karya-karya sastra yang sudah dikurasi sebagai bahan ajar berbagai mata pelajaran, tidak hanya Bahasa Indonesia. Namun, guru tetap perlu mendampingi proses pembacaan yang dilakukan murid sehingga dapat menggali nilai-nilai yang terkandung dalam suatu karya sastra,” papar Nadiem.

Menteri Nadiem juga menekankan bahwa kemampuan literasi lebih dari sekadar bisa membaca, tetapi mampu mengolah informasi dan memahami makna yang terdapat dalam suatu teks. “Kemampuan ini sangat diperlukan oleh anak-anak dalam tahapan pembelajaran dan menjadi bekal yang sangat berguna untuk kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan formal,” jelas Nadiem.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, menambahkan bahwa penguatan sastra dalam pembelajaran di sekolah merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. “Hal ini sebagai upaya untuk membangun kompetensi dan karakter murid, bukan hanya membaca, tapi juga daya nalar dan empati sehingga berdampak pada terwujudnya generasi berkarakter Profil Pelajar Pancasila serta meningkatkan kreativitas guru dan imajinasi murid,” tuturnya. 

*Upaya Kemendikbudristek Dorong Pemanfaatan Buku Bermutu*

Sejak tahun 2023, Kemendikbudristek melibatkan sastrawan, akademisi, dan 40 guru yang berasal dari berbagai daerah, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri dalam menyusun kriteria kurasi buku yang disarikan dari Dimensi Profil Pelajar Pancasila. Ke depannya, pembelajaran di sekolah diharapkan dapat memberikan paradigma baru dalam pemanfaatan sastra di mana guru tidak serta merta memberi tugas kepada murid untuk membaca sastra, namun dapat merangkainya menjadi satu kesatuan pembelajaran yang lebih variatif.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan kurator sastra atas kerja sama yang baik dan masukan yang telah diberikan selama proses pemilihan karya,” ucap Mendikbudristek.

Dukungan terhadap pemanfaatan buku sastra mencerminkan komitmen Kemendikbudristek dalam memberikan bahan ajar yang bermutu kepada semua kalangan dan menciptakan ekosistem perbukuan yang sehat di seluruh wilayah Indonesia. “Kami berharap para kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, khususnya pelaku dunia sastra dan perbukuan dapat mendukung penuh inisiatif ini,” tutup Nadiem.

Guru dan orang tua dapat menggunakan Panduan Rekomendasi Buku Sastra yang telah ditetapkan pada Keputusan Mendikbudristek Nomor 025/H/P/2024 tentang Penetapan Rekomendasi Buku Sastra pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dalam Rangka Program Sastra Masuk Kurikulum di Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka.

Selain itu, guru dan orang tua juga dapat mengeksplorasi lebih luas bagaimana turunan pembelajaran menggunakan buku sastra, misalnya dengan mempertimbangkan faktor buku yang sesuai dengan kebutuhan kelas, kemampuan murid, topik yang sedang hangat dibicarakan, minat murid, dan yang juga penting adalah sejauh mana kesiapan pendidik untuk dapat membawakan buku pilihan pada proses pembelajaran di kelas.

Kepala BSKAP menjelaskan karya sastra bisa membuat pembaca menyelami apa yang dirasakan dan dipikirkan para tokoh dalam cerita, sehingga karya sastra bisa menjadi media belajar yang sangat berharga. “Sastra dalam pembelajaran juga mendorong hidupnya ruang diskusi dan refleksi antara guru dan murid. Di sisi lain, karya sastra kadang memuat tema sensitif yang sulit dibicarakan atau bahkan dianggap tabu, yang bisa membuat orang tua atau guru gamang. Oleh karena itu, saat memanfaatkan sastra dalam pembelajaran, guru harus terus mendampingi muridnya,” jelas Anindito.

Kemendikbudristek menyediakan akses gratis dan mudah berbagai buku bacaan bermutu melalui laman buku.kemdikbud.go.id. dan budi.kemdikbud.go.id. Publik juga dapat mempelajari berbagai kebijakan, panduan, dan regulasi terkait perbukuan pada laman tersebut.

*Tentang Hari Buku Nasional (Harbuknas)*

Kegiatan Harbuknas 2024 yang dilaksanakan pada 19-20 Mei 2024 ini mengangkat tema besar  “Baca Buku, Temukan Duniamu” untuk memperingati berdirinya Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980. Berbagai pemangku kepentingan seperti, komunitas literasi, komunitas pendidikan, dan praktisi pendidikan ikut hadir memeriahkan peringatan yang diselenggarakan di lingkungan Kemendikbudristek. 

Mendikbudristek menyampaikan dengan membaca buku, pembaca dapat mengenal budaya di tempat lain yang belum pernah dikunjungi. Buku menurutnya, memberikan pemahaman tentang berbagai hal yang bermanfaat. “Untuk itulah pada hari ini kita berkumpul untuk memperingati berdirinya Perpustakaan Nasional yang ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional pada 17 Mei setiap tahunnya,” tutur Nadiem. 

(Deka)