merdekanews.co
Minggu, 27 November 2022 - 09:35 WIB

Transformasi Inovasi Pangan, BUMN ID FOOD Group Raih 4 Penghargaan Inovasi

Siswo Hadi - merdekanews.co
BUMN ID FOOD Group meraih 4 penghargaan inovasi di ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI tahun 2022 yang digelar oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerja sama dengan Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) dan didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Jakarta, MERDEKANEWS – BUMN Holding pangan ID FOOD terus berkarya dan lakukan inovasi dari berbagai sektor untuk memperkuat ekosistem pangan nasional.

Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya 4 penghargaan inovasi di ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI tahun 2022 yang digelar oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerja sama dengan Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) dan didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Ajang TKMPN XXVI tahun 2022 merupakan perhelatan unjuk kebolehan dan keberhasilan dalam mengelola improvement & inovasi untuk meningkatkan mutu, produktivitas dan kinerja perusahaan dengan berbagai pendekatan dan metodologi dalam sistem manajemen yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan BUMN, BUMD, swasta nasional yang berlangsung mulai tanggal 21 - 25 November 2022, Lombok, NTB.

“ID FOOD Group raih 3 Gold dan 1 Platinum yang diikuti sekitar 3094 peserta (394 Tim) yang berkompeten di tingkat nasional dalam bidang manajemen mutu dan produktivitas kerja,” jelas Febriyanto, Direktur Pengembangan dan Pengendalian
usaha Holding Pangan ID FOOD. [27/11/2022]

Febriyanto memerinci raihan ID FOOD Group meliputi beberapa sektor yang dikelola ID FOOD Group. Menurutnya, inovasi yang dilakukan ID FOOD group seperti serial Transformers, ada serial inovasi bisa disebut Transfarmer atau _Transformation of Farmer. _

Serial pertama, melalui karya inovasi ECOB yang menghantarkan anak perusahaan PT PG Rajawali I raih penghargaan gold, yakni modifikasi implemen traktor pertanian yang memberikan solusi dalam aplikasi bahan organik blotong di lahan tebu khususnya ratoon. Melalui ECOB, pemanfaatan limbah blotong menjadi lebih efektif dan efisien sehingga berdampak pada peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman tebu sebagai bahan baku komoditas gula. Alat ECOB ini mampu menyeragamkan dosis dan menjatuhkan bahan organik blotong tepat pada pangkal alur tebu, sehingga memenuhi aspek tepat cara dan tepat dosis.

“Sebagai dukungan kami dalam perbaikan hulu pangan dan membantu petani tebu dalam optimalisasi produksi, 
kami sudah memetakan anak usaha yang bergerak di sektor gula untuk mengimplementasikan inovasi ini kepada mitra petani tebu,” ujar Febriyanto.

Berdasarkan laporan dari tim riset dan anak usaha terkait, lanjut Febriyanto, setelah dilakukan implementasi alat ECOB pada lahan seluas 145 Ha, didapatkan bahwa alat ECOB dapat meningkatkan efisiensi waktu dari 5 hari/Ha menjadi 3 jam/Ha. Penggunaan ECOB juga dapat merangsang petani untuk mengaplikasikan blotong dikebunnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman sebanyak 50 Ku/Ha. Pengaplikasian blotong di lahan dapat juga mendukung _zero waste_ untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Serial kedua, melalui karya inovasi digital dashboard produksi sebagai _Tools Enterprise Performance Monitoring_ dengan memanfaatkan teknologi 2.0 ke teknologi 4.0. secara bertahap. Inovasi ini menjadikan anak perusahaan PT PG Rajawali II raih penghargaan Gold.

Sistem ini dapat mengakses data kinerja secara real time, dengan terpasangnya sensor-sensor di mesin-mesin pabrik gula. Melalui sistem ini diharapkan juga dapat memperluas kemitraan dan menarik minat petani tebu bermitra dengan ID FOOD group.

Selain itu, inovasi pada serial ketiga berikutnya ID FOOD juga melahirkan karya superprogram UAV untuk penentuan masa panen garam yang menghantarkan anak perusahaan PT Garam meraih penghargaan platinum.

Menurutnya, inovasi untuk sektor garam ini sebagai solusi kualitas dan kuantitas produksi garam, dengan teknologi UAV dapat memantau intensitas konsentrasi air secara real time mencakup luasan area dan spatial variability, dapat mengetahui salinitas di setiap lahan dan mempermudah pengukuran hasil akhir pada kuantitas di garam.

“Serial inovasi ID FOOD Group, mempertimbangkan keseimbangan hulu dan hilir pangan,” pungkasnya lagi.

Selain inovasi di hulu tadi, di serial keempat ada di hilir sektor perdagangan, yang menghantarkan anak perusahaan PT Rajawali Nusindo juga meraih gold atas karya inovasi digitalisasi market survey.

“Keunggulan dari karya di hilir ini dengan optimalisasi pemetaan pasar, melalui implementasi sistem digital untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pemetaan pasar, yang dirumuskan melalui remodel process, implementasi sistem digital, dan pemberian edukasi tentang urgensi pemetaan pasar,” terangnya.

Ia melanjutkan inovasi digitalisasi market survey juga membuka peluang perusahaan untuk mewujudkan berbagai macam informasi pasar sesuai kebutuhan. 

(Siswo Hadi)





  • Dukung Swasembada Gula, Perhutani Bersama ID FOOD Budidaya Tanaman Tebu Di Kawasan Lahan Hutan Dukung Swasembada Gula, Perhutani Bersama ID FOOD Budidaya Tanaman Tebu Di Kawasan Lahan Hutan Penandatanganan Head of Agreement (HoA) Kerjasama Pemanfaatan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Budidaya Terutama Tanaman Tebu Guna Mendukung Ketahanan Pangan oleh Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Frans Marganda Tambunan di Gedung Graha Perhutani lantai XX, Jakarta, Jumat (30/12) Turut hadir dan menyaksikan Penandatangan HoA tersebut diantaranya Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro beserta jajaran, Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan beserta jajaran.