merdekanews.co
Rabu, 18 Mei 2022 - 09:26 WIB

Pertemuan Kedua EdWG G20, Mendikbudristek Akan Sampaikan Berbagai Terobosan Merdeka Belajar

Hadi Siswo - merdekanews.co
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar pertemuan kedua EdWG G20 secara daring pada tanggal 18 Mei dan 19 Mei 2022. Mendikbudristek akan menyampaikan berbagai terobosan Merdeka Belajar sebagai inspirasi negara-negara maju dan berkembang untuk mentransformasi sektor pendidikan.

Jakarta, MERDEKANEWS -- Sebagai tindak lanjut dari pertemuan perdana Kelompok Kerja Pendidikan G20 yang dilaksanakan di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta pada Maret lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar pertemuan kedua EdWG G20 secara berani pada tanggal 18 Mei dan 19 Mei 2022.

Chair G20 EdWG, Iwan Syahril mengatakan, “Dalam pertemuan G20 EdWG ke-2 ini, kami akan memperkuat komitmen untuk pulih bersama. Mendikbudristek pun akan menyampaikan berbagai terobosan Merdeka Belajar sebagai inspirasi negara-negara maju dan berkembang untuk mentransformasi sektor pendidikan.”

Pada pertemuan kedua EdWG ini, Kemendikbudristek akan memimpin beberapa topik pembahasan. Para delegasi akan fokus pada dua agenda prioritas G20 EdWG, yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua dan Teknologi Digital dalam Pendidikan. Selain itu, Kemendikbudristek juga akan memimpin penyusunan laporan G20 EdWG, dan draf deklarasi menteri tingkat pendidikan.

Pada pertemuan G20 EdWG ke-2 ini, Kemendikbudristek juga akan menginisiasi pembahasan untuk memperbaharui komitmen dunia di bidang pendidikan dalam pertemuan Konferensi Transformasi Pendidikan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

TES menjadi wadah untuk me semangat, komitmen, dan kemauan politik yang lebih besar untuk kemunduran Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang keempat, menata kembali pendidikan (reimajinasi), dan kemajuan pendidikan dan Agenda SDG 2030.

Pertemuan kedua EdWG G20 ini akan diikuti secara virtual oleh delegasi negara-negara G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta kelompok kerja (working group) dan kelompok pelibatan (engagement group) G20.

“Kami optimis Indonesia dan negara-negara sahabat bisa bergotong royong untuk mereimajinasi sistem pendidikan dan menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan semua kalangan secara merata,” ujar Iwan.

Iwan juga menuturkan rasa syukur dan bangga dengan kerja sama yang dilakukan antara delegasi pada pertemuan perdana G20 EdWG lalu. “Saya mengapresiasi semangat gotong royong para delegasi pada pertemuan pertama G20 EdWG lalu. Gotong royong ini terlihat dari bagaimana para delegasi juga mengapresiasi nilai gotong royong yang kita angkat, serta berbagi inisiatif dan strategi sesuai dengan empat agenda prioritas bidang pendidikan. Empat agenda prioritas tersebut adalah Pendidikan Berkualitas untuk Semua, Teknologi Digital dalam Pendidikan, Solidaritas dan Kemitraan, serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca COVID-19,” tutur Iwan.

Selain membahas empat agenda prioritas, Kemendikbudristek RI pada pertemuan EdWG perdana Maret lalu juga berkesempatan untuk mengundang langsung delegasi secara budaya Indonesia di DI Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Para delegasi mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta melakukan berbagai kegiatan warisan leluhur.

(Hadi Siswo)





  • Gelar Vokasi 2022: Wahana Mendorong Kolaborasi SMK dengan DUDI Gelar Vokasi 2022: Wahana Mendorong Kolaborasi SMK dengan DUDI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong beragam upaya kolaborasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk menciptakan lulusan yang akan menciptakan lapangan kerja maupun lulusan siap kerja.