merdekanews.co
Senin, 22 November 2021 - 21:17 WIB

Tingkatkan Keselamatan Bertransportasi

Ditjen Hubdat Gelar Sertifikasi Pengemudi Angkutan Barang

Yani - merdekanews.co
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi

Jakarta, MERDEKANEWS -- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Angkutan Jalan menggelar Sertifikasi Pengemudi Angkutan Barang Tahun 2021 di Politeknik Transportasi Darat Indonesia, STTD Bekasi.

Sertifikasi pengemudi kendaraan sebagai wujud perhatian pemerintah kepada pengemudi angkutan barang selaku sumber daya manusia transportasi yang memiliki peran vital dalam peningkatan keselamatan bertransportasi.

“Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berusaha menjadikan profesi pengemudi ini adalah profesi yang betul-betul mulia. Pengemudi adalah tulang punggung keluarga selain itu juga pengemudi adalah aset perusahaan yang akan berperan dalam meningkatkan ekonomi di semua aspek“, jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam sambutannya, pada Senin (22/11) hari ini.


Di sisi lain hingga saat ini kecelakaan yang melibatkan angkutan barang masih sering terjadi di jalan-jalan di Indonesia. Mulai dari rem blong, tidak bisa menanjak, bahkan kehilangan kendali ketika melewati medan jalan berliku sehingga banyak faktor yang menjadi penyebab truk kecelakaan. Seperti faktor _human error_ maupun kesalahan teknis. “Salah satu penyebab kecelakaan kendaraan truk yaitu kurangnya pengetahuan pengemudi mengenal kendaraan yang dikemudikan seperti pentingnya inspeksi awal kendaraan sebelum berangkat, pengecekan rem, lampunya, termasuk muatan yang berlebih atau ODOL di mana hal tersebut menjadi faktor penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” kata Dirjen Budi.

Dirjen Budi menambahkan melalui kegiatan sertifikasi pengemudi angkutan barang tahun 2021 ini pihaknya dapat berkomitmen untuk mewujudkan dari sisi sumber daya manusia sehingga kompetensi maupun pengetahuan para pengemudi meningkat dan keselamatan berkendara dapat terlaksana dengan baik.

“Diharapkan setelah mendapatkan sertifikasi ini para pengemudi dapat mempertahankan kemampuan, keterampilan yang ada, dan perilaku berkendara yang baik. Jadi nantinya para pengemudi dapat menjadi _agent of change_ untuk mengajak kepada para pengemudi lainnya yang belum memiliki sertifikasi untuk mempengaruhi dari segi professional, berdedikasi, dan berperilaku yang baik yang outputnya terhadap keselamatan berkendara,” jelas Dirjen Budi.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan, Suharto dalam laporannya menjabarkan bahwa kegiatan sertifikasi pengemudi angkutan barang ini telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya. “Kegiatan sertifikasi pengemudi angkutan barang ini dilaksanakan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) – STTD Bekasi pada tanggal 22 sampai dengan 24 November 2021, serta di wilayah lainnya seperti di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal pada tanggal 27 hingga 29 November 2021, dan di Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali pada tanggal 1 hingga 3 Desember 2021”.

Lebih lanjut lagi, Suharto mengatakan jumlah peserta yang sudah terdaftar sebanyak 300 orang pengemudi yang terdiri dari perwakilan pengemudi dari asosiasi di antaranya yaitu Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organisasi Angkutan Darat (Organda), Keamanan & Keselamatan Indonesia (Kamselindo), Logistik Indonesia (Logindo), dan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki).

“Kami (Ditjen Perhubungan Darat) berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan para peserta yang mengikuti sertifikasi ini dapat mengaplikasikan kemampuannya di lingkungan kerjanya dan mampu menularkan semangat profesionalitasnya,” tutur Suharto.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) - STTD, Ahmad Yani, Kepala Subdit Angkutan Barang, Alexander Hilmi Perdana, Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Achmad Wildan, Direktur Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Siti Maimunah, Direktur Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, Perwakilan Indonesia Defensive Driving Centre, dan perwakilan asosiasi sektor transportasi darat. 

(Yani)