merdekanews.co
Kamis, 10 Juni 2021 - 09:50 WIB

Dorong Daerah Tingkatkan Layanan Transportasi Perkotaan, Ditjen Hubdat Gelar Bimtek

Ipeh - merdekanews.co
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Marta Hardisarwono, dalam sambutan pembukaan di acara tersebut mengatakan, "Kami mendorong pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dalam mempersiapkan dan meningkatkan kinerja pelayanan transportasi perkotaan di wilayah masing-masing."

Solo, MERDEKANEWS – Transportasi perkotaan berperan penting dalam melayani kebutuhan masyarakat akan mobilitas serta mendorong perkembangan ekonomi suatu wilayah.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat sebagai instansi pusat yang secara teknis membina penyelenggaraan transportasi, menggelar Bimbingan Teknis Angkutan Perkotaan di Surakarta (Solo), Jawa Tengah (9/6).

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Marta Hardisarwono, dalam sambutan pembukaan di acara tersebut mengatakan, "Kami mendorong pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dalam mempersiapkan dan meningkatkan kinerja pelayanan transportasi perkotaan di wilayah masing-masing."

Bimbingan Teknis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada insan perhubungan dan pemerintah daerah atas hal-hal terkait rencana pengembangan dan penyelenggaraan angkutan perkotaan.

Marta melanjutkan, "Program Pengembangan Angkutan Umum Massal Perkotaan merupakan salah satu bagian kegiatan dari program prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," katanya.

Program bantuan bus dari pusat ke daerah yang telah berjalan sebelumnya, dinilai oleh banyak kalangan kurang berhasil. Oleh karena itu Ditjen Perhubungan Darat membuat sebuah terobosan yang inovatif yaitu Program Pengembangan Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan di wilayah perkotaan dengan skema Buy The Service.

Konsep Buy The Service yang berbasis aplikasi ini didukung oleh manajemen yang baik dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi yang meliputi : sistem operasional, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan keuangan dan sistem SDM yang didukung dengan teknologi digitali secara real time untuk menuju angkutan umum yang lebih professional.

Layanan transportasi publik berbasis aplikasi ini dinamakan “TEMAN BUS” yang diharapkan menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city program yang mendukung cashless society. TEMAN BUS merupakan implementasi dari program Buy The Service yang memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di bus yang lebih baik untuk meningkatkan pelayanan dengan harapan lebih banyak masyarakat yang beralih ke moda transportasi publik.

Pada Tahun 2020 Pilot Project Program “TEMAN BUS” telah hadir 5 (lima) kota yaitu Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta, dan Bali. Diharapkan layanan TEMAN BUS pada tahun mendatang semakin banyak berkembang dan hadir di kota-kota lain serta memberikan dampak yang signifikan dalam menekan tingkat polusi udara
dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil, dimana secara bertahap salah satu koridor nantinya direncanakan menggunakan kendaraan bus listrik.

Selain itu pemanfaatan Intelligent Transport System (ITS) untuk mendukung pengembangan system angkutan umum perkotaan dan pengembangan wilayah perkotaan diharapkan dapat menciptakan transportasi perkotaan yang cerdas, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara itu Kasubdit Angkutan Perkotaan, Direktorat Angkutan Jalan, Budi Prayitno, dalam laporannya menyampaikan bahwa narasumber pada bimbingan teknis ini, berasal dari beberapa kementerian/lembaga
terkait, antara lain : Bappenas; Dinas Perhubungan Kota Surakarta; dan PT. Surveyor indonesia. Selain itu ada pula narasumber dari internal Kemenhub, yaitu:  Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan; Direktorat Prasarana Transportasi Jalan; dan Direktorat Angkutan Jalan.

Selaku tuan rumah kegiatan, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Ahyani, menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis yang diadakan di Surakarta. "Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kinerja perhubungan di Surakarta dan tentunya juga di daerah lain," katanya. Menurutnya dalam suatu Bimtek, tidak sekedar mengikuti rutinitas, namun harus ada output dan juga outcome bagaimana memecahkan permasalahan transportasi perkotaan sesuai tema Bimtek "Menuju Transportasi Perkotaan yang Cerdas, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan".

Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat (11/6), diikuti oleh sejumlah peserta yang berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Balai Pengelola Transportasi Darat dari 11 wilayah, serta para mitra kerja dalam dukungan pengembangan angkutan massal di wilayah perkotaan.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala BPTD Wilayah X Jateng-DIY, Eko Agus Susanto; Kepala BPTD Wilayah IX Jawa Barat, Denny Michels Adlan; serta Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Avi Mukti Amin. 

(Ipeh)