merdekanews.co
Rabu, 17 Maret 2021 - 08:14 WIB

38 Tahun Rimbawan, Menteri LHK: Kerusakan Hutan RI Turun 75%

Muh - merdekanews.co
Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam sambutan di acara Puncak Hari Bakti Rimbawan Ke-38 di Jakarta, Selasa (16/3)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberi apresiasi kepada Rimbawan atas pencapaian penurunan deforestasi atau kerusakan hutan hingga 75,03 % di lahan seluas 115,46 ribu ha pada periode 2019-2020. 

“Pencapaian ini merupakan deforestasi dengan angka terendah sepanjang sejarah di masa pandemi,” kata Siti dalam sambutan di acara Puncak Hari Bakti Rimbawan Ke-38 dengan tema ‘Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari ini dilakukan dengan upacara bendera secara hibrid yang dipimpin oleh Menteri LHK, Siti Nurabaya di Jakarta, Selasa (16/3) 

Selain itu, Siti juga memberi apresiasi atas kerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial, pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon dan mangrove secara luas, dan rehabilitasi gambut. 

“Upaya-upaya lain yang patut diapresiasi di antaranya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari, dan penegakan hukum,” ujar Siti. 

Kemudian, lanjut Siti,  kerja-kerja preparasi kebijakan, peningkatan SDM, pengawasan dan inovasi serta penelitian murni dan kerja laboratorium juga dilakukan di masa pandemi. Dan yang tidak kalah pentingnya, peran policy advice untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. 

Demikian pula dalam diplomasi internasional, menyangkut upaya-upaya sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim.

"Saya tahu persis, bukan pekerjaan yang mudah, dengan tantangan yang sangat berat, pada semua bidang-bidang tugas tersebut," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Siti meminta konsolidasi rimbawan Indonesia ditingkatkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada para Rimbawan yang telah memberikan kinerja yang baik selama masa Pandemi Covid-19, dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan," kata Siti.

Lebih lanjut  Siti mengingatkan, bahwa ke depan tugas yang dihadapi tidak akan berkurang dan akan lebih besar tantangannya. Ia minta seluruh jajarannya harus siap menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

"Saya mengajak kita semua mencermati dengan sebaik-baiknya, melakukan internalisasi, dan terus mempersiapkan berbagai instrumen kebijakan, dan kerja, termasuk membuat personil KLHK lebih well-equiped, lebih melengkapi diri dengan segala pengetahuan, dan pemahaman kerja, serta skill lapangan yang memenuhi standar, dan kebutuhan panggilan tugas," pesan Siti.

Sementara di 2021, Siti menyebutkan beberapa kegiatan yang masih terus memerlukan perhatian antara lain pemantapan Perhutanan Sosial, dan pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas, dan melembaga. 

Kemudian, peningkatan penanganan biodiversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan. 

Selanjutnya, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha, dan modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perizinan berusaha. 

Berikutnya, membangun penataan kawasan hutan, dan membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Berbagai kegiatan di atas, tentu dengan tetap menerapkan standard pengelolaan, dan disertai perlindungan lingkungan, bagi kegiatan berusaha dan kegiatan masyarakat. 

Pengawasan standar dan law enforcement pun secara ketat dijalankan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"Saatnya, konsolidasi Rimbawan, di seluruh penjuru Tanah Air mulai sekarang. Mari kita bangkitkan lagi jiwa korsa Rimbawan Indonesia. Bersama-sama kita berjuang untuk alam Indonesia, untuk negara dan bangsa Indonesia," pungkasnya. 

Penghargaan Satyalancana Wira Karya

Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyematkan Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada 10 orang, atas jasa  dalam memberikan darmabaktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain.

Adapun 10 orang penerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya Tahun 2021 yaitu Rosa Vivien Ratnawati (Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3), Rasio Ridho Sani (Dirjen Penegakan Hukum LHK), Agus Justianto (Kepala Badan Litbang dan Inovasi), Helmi Basalamah (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan BP2SDM LHK), Sri Murniningtyas (TAM Bidang Pengembangan Jaringan Kerjasama Luar Negeri), Bambang Supriyanto (Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan), Wiratno (Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), Ruandha Agung Sugardiman (Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim), Ary Sudijanto (Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Ditjen PKTL), dan Raffles B. Pandjaitan (Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat LHK BP2SDM).

Sejak tahun 2017, Penghargaan Satyalancana Wira Karya diberikan kepada sosok yang berjasa khususnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Tidak hanya pejabat lingkup KLHK, penerima penghargaan juga berasal dari publik figur, akademisi, aktivis, dan jurnalis.

Sebelumnya, Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono, menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya pada tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018, para penerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya yaitu MR Karliansyah (Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan), Ilyas Asaad (Inspektur Jenderal KLHK), Imam Hendargo Abu Ismoyo (Pembina Utama/Inspektur Jenderal KLHK),  Chalid Muhammad (Penasihat Senior Menteri), Hariadi Kartodihardjo (Pengajar di Fakultas Kehutanan dan Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor), Agustinus Gusti Nugroho/Nugie (publik figur), Brigitta Isworo Laksmi (Jurnalis), dan Andy Flores Noya (Wartawan/Presenter Televisi Indonesia).
  (Muh)