merdekanews.co
Senin, 16 November 2020 - 18:30 WIB

Merasa Ditipu, Ratusan ASN Minta Danny Pomanto Bertanggungjawab Kembalikan Uang Muka Perumahan Korpri

Tim - merdekanews.co
ASN yang merasa ditipu menuntut Danny Pomanto mengembalikan uang muka yang telah mereka setorkan untuk membeli Perumahan Korpri

Makassar, MERDEKANEWS -- Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa menjadi korban penipuan pembelian perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menuntut Danny Pomanto, untuk bertanggung jawab.

 

Pembangunan Perumahan Korpri ini yang ditawarkan di era Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, hingga kini tak kunjung terealisasi.

Padahal sejak diresmikan 2016 lalu, ratusan ASN dari berbagai instansi sudah menyetor uang muka dengan kisaran Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.

 

 

Menurut Suri, perwakilan ASN Makassar sudah 5 tahun pembangunan Perumahan di era Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar itu tak kunjung selesai. Mereka percaya dan akhirnya menyetor uang muka lantaran Perumahan tersebut merupakan program dari Pemkot Makassar yang saat itu dipimpin Wali Kota Danny Pomanto.

“Kami ASN merasa ditipu, dibohongi oleh Pemerintah kota Makassar jaman rezimnya Danny Pomanto,” kata Suri, saat pertemuan dengan ASN lainnya, Sabtu (14/11/2020).

Dia mengungkapkan, bahwa pada awalnya mereka percaya karena program perumahan tersebut difasilitasi Walikota Makassar Danny Pomanto. Sehingga sejak diresmikan 2016 lalu, ratusan ASN dari berbagai instansi sudah menyetor uang muka dengan kisaran Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.

Mereka percaya atas perintah atau undangan Danny Pomanto melalui surat no 648-2239/korpri/10/2016 pada tanggal 31 Oktober 2016, untuk menghadiri launching perumahan dengan melihat pembangunan perumahan Korpri yang berlokasi di Bonto Matene, Kecamatan Mandai.

“Kami sudah 5 tahun membayar DP tapi tidak ada perumahan tersebut, maka kami menuntut Danny Pomanto untuk bertanggung jawab pengembalian uang DP secara secara tunai,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, waktu launching rumah percontohan Danny Pomanto hadir sebagai wali kota, bahkan para ASN dimobilisasi disewakan bus untuk datang melihat rumah contoh pada saat lauching. Tetapi berjalannya waktu, perumahan yang diketahui berada di wilayah batas kota Makassar-Maros tak kunjung terlihat wujudnya.

Mereka menuntut Danny Pomanto untuk bertanggung jawab atas pengembalian DP perumahan secara tunai. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi maka para ASN ini akan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Makassar. 



 

"Kami ASN sebanyak 660 orang konsumen perumahan korpri merasa dibohongi atau ditipu secara masif oleh kebijakan rezim Danny Pomanto," pungkasnya.

Sebagaimana dikabarkan, pembangunan  perumahan Korpri Mamminasata merupakan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) bekerja sama dengan PT Cahaya Bumi Property. Pembangunan perumahan Korpri  berlokasi di Bonto Matene Kecamatan Mandai.

Pembangunan perumahan Korpri Mamminasata akan dibangun di area lahan seluas 93 hektar. Dimana sasaran pembangunan diperuntukkan bagi warga masyarakat baik PNS golongan rendah di lingkungan pemerintah Kota Makassar maupun Kabupaten Maros. (Tim)






  • DP Akan Diperiksa Polisi Usai Pilkada, Kapolda: Kami Proses Sampai Tuntas DP Akan Diperiksa Polisi Usai Pilkada, Kapolda: Kami Proses Sampai Tuntas Laporan dari tim hukum keluarga mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh calon Wali Kota Makassar nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto, mendapat khusus dari Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam. Pelaporan didasari beredarnya rekaman suara mirip Pomanto yang mengaitkan Jusuf Kalla (JK) dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu.