merdekanews.co
Minggu, 20 September 2020 - 19:09 WIB

KLHK Waspadai Cuaca Buruk dan Karhutla

MUH - merdekanews.co

MERDEKANEWS -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)  terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), BRG (Badan Restorasi Gambut) dan ahli klimatologi serta pejabat eselon I lintas kementerian/lembaga membahas prediksi, evaluasi cuaca, dan iklim untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan banjir di Indonesia. 

“Hingga saat ini, semua pihak masih melaksanakan kerja lapangan yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat memimpin  rapat prediksi, evaluasi cuaca dan iklim untuk antisipasi Karhutla dan banjir di Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/9). 

Dari rekomendasi BMKG, Indonesia masih harus terus mewaspadai anomali cuaca. Tantangan yang dihadapi adalah luasnya wilayah, dan berbagai persoalan dinamis di tiap daerah yang berbeda-beda  dengan variabilitas cuaca atau micro-climate yang juga  dapat berbeda antar wilayah. 

Bila tahun lalu, pada periode yang sama Indonesia berhadapan dengan ancaman karhutla, maka tahun ini beberapa wilayah dilaporkan sedang terjadi banjir. 

“Khusus untuk Karhutla, terus diikuti perkembangan hotspot setiap hari. Evaluasi laporan dari lapangan dipantau setiap pagi dan malam. Ini juga penting untuk melihat efektifitas kerja pengendalian Karhutla, terutama di masa pandemi,” ujarnya.  

Pada saat ini, tercatat jumlah hotspots sebanyak 1.651 dari Januari-September 2020 dan tahun 2019 pada periode yang sama tercatat 18.333  hotspots, atau terjadi penurunan hotspots sebanyak 91%. 

Ada beberapa catatan penting dari diskusi teknis yakti bahwa hingga Oktober, kerja tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi gambut, mengisi kanal dan embung, tetap akan dilakukan.  

“TMC Riau, Jambi dan Sumsel dan diproyeksikan sudah dapat dihentikan pada Akhir Oktober. Kemudian  pada November akan diintensifkan untuk Kalsel dan Kaltim.  Sementara itu secara khusus berdasarkan cuaca, perlu dipantau cuaca sampai dengan  Desember untuk Aceh-Sumut,”  ujar Siti.  

Untuk keperluan pencegahan permanen,  sudah dilakukan uji coba modifikasi cuaca tahun ini sejak Februari  2020 di Riau. 

Telah berhasil diatasi fase krisis  pertama di Riau, maka pada Mei Juni  dilakukan  uji coba modifikasi cuaca di Jambi dan Sumatera Selatan serta Riau  dan dilanjutkan ke Kalimantan Barat pada Agustus.  

Pada kesempatan sama, Kepala BNPB, Donny Monardo menyatakan,  bahwa Indonesia bahkan untuk pertama kali dalam sejarah, telah diminta untuk memberikan bantuan pengendaliankKarhutla pada negara tetangga Australia. 

" Ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah lebih maju dan terukur dalam pengendalian karhutla,"jelasnya.  

Menteri Siti  menegaskan, bahwa Indonesia sedang dan terus bergerak menuju apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo, mengenai solusi permanen pengendalian karhutla di Indonesia.


  (MUH)






  •  Menteri LHK Tepis Izin  Dokumen Amdal Dihapuskan Menteri LHK Tepis Izin Dokumen Amdal Dihapuskan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menepis bahwa Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang baru disahkan DPR, adalah kemunduran terkait analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) dalam melindungi lingkungan.